Mempertimbangkan Kognitif Pengguna dalam Pengembangan Desain Produk

Afriq
Afriq
Jul 23, 2019 · 2 min read

Mendesain bukanlah hal yang mudah. Mendesain pengalaman pengguna, apalagi. Setidaknya itu yang saya amati — beberapa bulan ini — dari teman-teman saya yang berprofesi sebagai UX Designer di perusahaan tempat saya bekerja (sebut saja kantor).

Di kantor, tim kami dituntut untuk bekerja dengan cepat dengan hasil yang maksimal. Pun begitu juga dengan teman-teman saya di divisi UX Designer.

Mereka dituntut untuk dapat memberikan solusi yang baik atas suatu masalah dan menuangkannya dalam sebuah desain dengan proses sangat cepat.

Bisa ditunggu kan Mas?

Saya sering terkagum dengan teman-teman saya yang memiliki kemampuan seperti itu. Saya pun mbatin.

Suatu saat nanti, saya akan melampaui kehebatan teman-teman saya dan saya yang akan menjadi hokage selanjutnya!

Lhaa…


Salah satu yang dapat saya amati dari proses pemecahan masalah hingga ̶m̶̶̶e̶̶̶n̶̶̶i̶̶̶m̶̶̶b̶̶̶u̶̶̶l̶̶̶k̶̶̶a̶̶̶n̶̶̶ ̶̶̶m̶̶̶a̶̶̶s̶̶̶a̶̶̶l̶̶̶a̶̶̶h̶̶̶ ̶̶̶l̶̶̶a̶̶̶i̶̶̶n̶̶̶ dituangkannya dalam sebuah desain yang dapat ̶m̶e̶n̶i̶m̶b̶u̶l̶k̶a̶n̶ ̶d̶e̶b̶a̶t̶ ̶k̶u̶s̶i̶r̶ ̶b̶e̶r̶k̶e̶p̶a̶n̶j̶a̶n̶g̶a̶n̶ dinikmati adalah mempertimbangkan faktor kognitif dari penggunanya.

Kognitif? Eh, gimana?

Kognitif dapat berarti sebuah kemampuan intelektual yang terdiri dari pengetahuan, pemahaman, dan analisa.

Mempertimbangkan kognitif pengguna berarti memikirkan bagaimana desain dapat dipahami dengan mudah, dengan kata lain desain tersebut memiliki beban kognisi yang rendah.

Betul. Dengan sprint desain yang teramat cepat, masih harus berpikir “apakah solusi yang ditawarkan sudah minim beban kognisi bagi penggunanya atau belum”, merupakan makanan sehari-hari tim UX Designer.


Beberapa hal singkat berkaitan dengan kognisi yang dilakukan oleh tim UX Designer berdasar pengamatan saya sejauh ini diantaranya:

Berhubungan dengan Atensi

— Menyeleksi hal-hal sekunder untuk meningkatkan konsentrasi
— Berfokus pada informasi yang relevan
— Informasi pada antarmuka harus terstruktur untuk menangkap perhatian pengguna

Kaitannya dengan Persepsi

— Bagaimana informasi diperoleh, dan bagaimana mengubahnya menjadi sebuah pengalaman
— Bagaimana merancang representasi yang mudah dipahami (misal: icon harus jelas)

Hubungannya dengan Memori

— Bagaimana membuat pengguna mengingat berbagai macam pengetahuan yang memungkinkan untuk bertindak dengan tepat
— Mengelompokkan, memfilter, dan mengolah data atau informasi yang akan dihadirkan mengingat keterbatasan ingatan pengguna


Beban kognisi yang tinggi dalam penggunaan suatu produk implikasinya sangat besar terhadap loyalitas penggunanya. Pengguna akan cenderung memilih produk sejenis yang menawarkan kemudahan dalam menggunakannya, dari pada yang menawarkan kesulitan.

Akibatnya, produk dapat dinilai bermutu rendah dibanding dengan kompetitor. Bahkan lebih buruk dari itu, bisa saja kegagalan desain produk dapat menyebabkan kebangkrutan perusahaan. Seluruh pengguna akan beralih kepada kompetitor, sehingga terjadi kerugian materi dan waktu atas produk yang dikembangkan.


Lagi-lagi..

Desain bukan hanya tentang seperti apa tampilannya,
karena tampilan adalah soal selera.

Afriq

Written by

Afriq

Bootstrap Theme Creator

More From Medium

Also tagged Design Thinking

Also tagged Design Process

Top on Medium

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade