Segala yang terjatuh

Ayunan tangan gontai, bayangan itu sejarak denganku. Aku bersimbah peluh, berlarian, lumuran darah di kepalaku membeku. Akibat lemparan bocah itu, semua tampak lengang.
Sialan, anjing ikut menyalahi. Remah di kantung mata tetiba jatuh mengaliri segala yang tertanam. Aku hanyut, kaki bocah samar berseliweran.
Petani, tumbuhan, penjaga pos malam dan sisa benih ikut menggenang. Aku merasakan sakit di bawah kulitku.
Yang melayu, tumbuh dengan tahapan ingin menyatu. Suatu keniscayaan yang bahaya, kataku.