Galat

senja lebih dulu terbit di matamu sebelum para gagak melahapnya dan menjadikan aku buta tapi kau tak melihat dan aku terus berjalan. kemudian,

awan mulai gelisah sebab bulan tak beranjak meski tak menangis sebab sudah cukup hujan menyiramnya. kemudian,

aku kembali dapat melihat tapi kau tidak dan aku memilih tidak. sebab aku memilih memilih menjadi angin saja tapi kau tidak pernah ingin menjadi pohon.