Habib Rizieq, kenapa belum pulang?
Takut..? Pengecut..?
Kalau kamu disuruh berjalan ke arah yang diminta oleh musuhmu, apa kamu mau? Apa kamu gak curiga akan ada jebakan dijalan yang akan kau lalui?
Berjuang bukan hanya sekedar nafsu, tapi strategi yang diutamakan untuk meraih kemenangan. Walaupun pada akhirnya, menang atau kalah dalam berjuang, itu hak Allah. Allah yang menentukan.
Toh bagi pejuang fiisabilillah, menang bukan tujuan, menang adalah harapan. Karena hakikatnya kemenangan bagi pejuang adalah istiqomah dijalanNya.
Soal takut mati? Tidak ada. Hanya berhati-hati, jangan sampai mati karena bunuh diri. Menyerah pada musuh yang sedang kita hadapi.

Lalu, bagaimana sikap kita menanggapi para hatters?
Namanya Hatters, benarnya tak mengakui, salahnya dicari-cari.
Ketika Habib Rizieq dan FPI-nya menegakkan Amar Ma’ruf - Nahi Munkar, Hatters selalu bilang: "Pergi sono ke Arab!"
Nah, skrg Habib Rizieq di arab, mereka nyuruh beliau Pulang.
Jika strategi Habib Rizieq hijrah mereka bully sbg Panakut dan Pengecut, ketahuilah.. Dulu Nabi kita Tercinta, Sayyiduna Muhammad SAW pernah bersembunyi di Gua Tsur. Apa beliau penakut?
Dulu, Kekasih kita tercinta, Rasulullah SAW berhijrah dari Mekkah ke Madinah karena Kedzaliman Kafir Quraisy yg sudah keterlaluan, apa beliau SAW seorang pengecut?
TIDAK saudaraku, pada Akhirnya Janji Allah Niscaya pasti akan terbukti; Allah telah berjanji pada orang-orang yang beriman dan beramal saleh diantara kalian bahwa mereka akan menjadi penguasa di muka bumi sebagaimana Allah telah memberi kekuasaan (khilafah) pada orang-orang sebelumnya, dan Allah akan mengokohkan agama dan ajaran yang mereka ridhai dan akan mengganti ketakutan mereka dengan keamanan dan ketenangan.
(QS. an-Nur: 55).

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.