Sekolah Menjadikan Anak Berkarakter Bukan Hanya Berprestasi

Oleh : Sity Aisyah Azzania Rizaly

Sekolah adalah tempat yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Ya, hampir semua orang pernah menginjakkan kaki di sekolah. Banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang dapat kita petik ketika kita berada di sekolah. Seperti sekolah sudah menjadi rumah kedua bagi kita.

Ketika kita membahas tentang sekolah, sangat erat kaitannya dengan pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi kehidupan kita. Sebagaimana kita ketahui bahwa pendidikan akan membentuk karakter diri kita.

Dewasa ini, persaingan diberbagai aspek semakin ketat yang kemudian menyebabkan kita lebih terpacu untuk meraih prestasi. Namun, apakah prestasi dapat menjadi jaminan untuk karakter siswa? Belum tentu. Prestasi tidak dapat kita jadikan sebagai indikator bahwa seseorang memiliki karakter yang baik. Banyak kita temukan di sekitar kita, anak yang berprestasi namun tidak memiliki karakter.

Namun sampai saat ini, perilaku remaja masih banyak yang gemar menyontek, kebiasaan bullying di sekolah, tawuran, termasuk perilaku orang dewasa yang juga senang dengan konflik dan kekerasan. Ditambah lagi dengan maraknya kasus korupsi serta kejahatan lainnya. Fenomena ini sangatlah ironis bagi kita semua. Apa yang akan terjadi dengan bangsa kita pada tahun 2045 yang akan mendatang?

Setiap orang tua pasti ingin anaknya mengenyam pendidikan di sekolah yang terbaik. Seperti yang kita ketahui, sekolah yang baik akan menghasilkan anak yang baik. Kultur sekolah ataupun lingkungan sekolah yang baik menjadi salah satu penunjang untuk pembentukan karakter siswa. Ada banyak aspek di dalam sekolah yang dapat kita jadikan sebagai penunjang karakter yang baik. Salah satunya adalah guru.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Manado, Jemmy Maramis, tugas seorang guru di sekolah haruslah menjadi seorang pendidik dan bukan hanya sekedar transfer ilmu pengetahuan yang dimiliki. Kalau mendidik itu mencakup keseluruhan proses menjadikan seorang anak tidak hanya pintar namun juga memiliki karakter yang baik, sedangkan transfer ilmu hanya merupakan bagaimana membuat anak-anak berprestasi di sekolah.

Selanjutnya, dengan dibentuknya kurikulum 2013 atau yang biasa kita dengar sebagai K-13, dimana kurikulum ini sangat menekankan pada nilai-nilai moral dan penanaman karakter bukan hanya pelajaran. Pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan agama merupakan pokok dari kurikulum 2013. Ini merupakan salah satu langkah pemerintah dalam menghadapi fenomena penurunan karakter bangsa Indonesia.

Berikutnya, membentuk karakter yang baik bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun, dengan adanya program kegiatan ekstrakulikuler, dapat menjadi salah satu cara untuk meraih itu. Di dalam kegiatan ekstrakulikuler, siswa dapat mengembangkan minat dan bakatnya yang pada akhirnya akan menghasilkan prestasi serta karakter yang baik. Sebagai contoh, siswa yang mengambil kegiatan ekstrakulikuler dibidang olahraga. Tentu ia akan mendapatkan kesehatan jasmani serta rohani. Dan ini dapat menjauhkan siswa dari bahaya pengaruh narkoba.

Begitu juga dengan ekstrakulikuler yang lain, pastilah membawa dampak positif bagi karakter siswa. Program ekstrakulikuler sangatlah berguna bagi siswa. Dalam kurikulum 2013, setiap siswa wajib mengikuti ekstra pramuka. Ini dapat menjadi salah satu cara pembentukan karakter yang baik. Siswa diajarkan bagaimana untuk bisa survive dimanapun dia berada.

Bagaimanapun juga, karakter adalah kunci keberhasilan individu. Dari sebuah penelitian di Amerika Serikat, 90 persen kasus pemecatan disebabkan oleh perilaku buruk seperti tidak bertanggung jawab, tidak jujur, dan hubungan interpersonal yang buruk. Selain itu, terdapat penelitian lain yang mengindikasikan bahwa 80 persen keberhasilan seseorang di masyarakat ditentukan oleh emotional quotient. Banyak orang mengatakan kita harus menyeimbangkan kemampuan otak kiri dan otak kanan. Selain itu, kecerdasan spiritual sangat dibutuhkan untuk menciptakan karakter yang baik.

Oleh sebab itu, pembentukan karakter yang dilakukan di sekolah sangat erat kaitannya dengan dukungan keluarga dan masyarakat. Langkah utama adalah keluarga yang kemudian dikembangkan di sekolah. Sekolah yang baik akan menghasilkan insan yang berprestasi serta memiliki karakter yang baik.