Teman?

Teman. Satu kata yang begitu berarti di hidupku. Entah apa yang terjadi jika kata itu menghilang. Teman, satu kata yang membuat kita merasakan beribu rasa dalam waktu yang bersamaan.

Banyak teman yang ada dihidupku. Tapi aku tidak tahu mana yang benar-benar teman dan mana yang hanya mengaku sebagai ‘teman’. Karena keterbatasanku yang sulit peka terhadap keadaan. Maka, aku anggap semuanya adalah benar-benar teman. Haha. Entahlah. Aku tidak akan menceritakan semua teman-temanku karena itu tentu saja akan menghabiskan waktu yang sangat lama. Lama sekali. Kebanyakan orang mengatakan bahwa masa yang paling indah adalah masa SMA , dan tentu saja aku sependapat dengan itu. Kenyataannya memang benar, masa SMA ku sangat indah dan menyenangkan. Aku dikelilingi teman-teman yang baik dan mengerti aku. Ketika aku ditempatkan di kelas XI IPA 1, sungguh awalnya aku enggan sekali di kelas itu. Hanya sedikit yang aku kenal di kelas itu. Yang lainnya entahlah. Berhari-hari aku mencoba beradaptasi, sungguh sulit. Mereka berbeda dengan teman-teman ketika aku kelas X. Tapi, semakin lama aku semakin nyaman. Aku mulai terbiasa dengan semuanya. Dugaan awalku sungguh salah, mereka adalah teman kelas yang baik, solid dan penuh semangat. Aku senang sekali berada di kelas itu. Terutama dengan teman sebangkuku. Dinny, gadis setahun lebih tua dariku. Dia sangat dewasa, bahkan di kelas dia sering di panggil ‘Teh Dinny’. Baiklah, aku sebutkan teman-teman yang paling dekat denganku beserta sifat menonjolnya. Dinny si ceria, Widi si over PD, Rani si rempong, Lastri si kalem, Cici si pintar, Mevi si lebay, Agustin si jutek, Atin si cempreng, dan aku sering dikatakan si omes atau si manja. Sejujurnya aku tidak omes dan tidak manja. Tapi entahlah mereka selalu mengatakan aku seperti itu. Haha. Aku masih ingat betul sifat mereka itu. Tentu saja aku bukan hanya dekat dengan teman perempuan, tapi laki-laki juga. Kebanyakan dari teman laki-laki itu hanya senang menggodaku saja. Sepertinya hanya Nandang dan Fahmi yang terkadang suka mengeluarkan petuah-petuah andalannya. Sungguh kelas XI IPA 1 adalah kelas terkompak bagiku. Terbukti dengan kami memenangkan piala bergilir class meeting. Hebat kan?. Meskipun aku hanya jadi penyemangat disitu. Haha. Eits, tapi aku ikut bermain futsal lho walaupun hanya satu babak. Melelahkan. Ketika di kelas XI IPA 1 aku menemukan banyak hal baru. Terutama dalam pelajaran kesenian. Yaampun! Guru kesenianku sungguh disiplin ditambah dengan wajahnya yang dingin penuh misteri. Tugas pertama menggambar adalah menggambar sketsa pot bunga. Aku pikir gambaranku bagus. Dan benar saja itu hanya pemikiranku. Tugas pertamaku di remed! Aku harus mengulang lagi gambarannya. Untung saja itu adalah remedan gambarku yang pertama dan terakhir. Berpindah dari kesenian ke b.inggris. Oke! Ini adalah salah satu pelajaran kesukaanku. Ditambah aku senang sekali dengan gurunya. Tapi beberapa temanku tidak menyukai gurunya. Entahlah. Yang paling aku senangi adalah prakteknya. Entah itu bercerita dadakan, drama, membaca puisi atau berita, dan bernyanyi. Sungguh aku menyukainya! Yang paling keren adalah ketika aku dibagi kelompok untuk membuat drama. Wow! Sungguh beruntungnya diriku bisa sekelompok dengan orang yang bisa diatur. Hehe. Kelompok yang lain mengambil dari cerita yang sudah ada. Ya seperti bawang merah dan putih dan lain-lain. Tapi aku sungguh ingin berbeda lalu aku memutuskan untuk membuat naskah sendiri. Awalnya aku ragu, tapi aku bertekad dan tetap meneruskannya. Akhirnya jadilah dramaku yang berjudul Destiny of Unicorn. Haha. Ada 3 pemeran utama disana, aku sebagai Queen Revenna si ratu yang jahatlah, Fahmi sebagai King Stefan ya dia sebagai suamiku, dan terakhir Widi sebagai Katness si wanita yang hatinya mulia. Oh ya, aku dan Fahmi sudah 3x sekompok dalam drama b.inggris dan berperan sebagai suami istri. Haha. Sungguh aneh. Seringnya aku berperan sebagai wanita yang jahat, entahlah. Setelah kami menampilkan semua drama. Ternyata Miss Heni (guru b.inggrisku), dia memiliki hadiah untuk kelompok yang terbaik. Dan ternyata kelompok itu adalah kelompok aku. Wah sungguh senang sekali wkwk. Kelompok aku mendapatkan satu pack bengbeng. Berbunga-bunga sekali hatiku, naskah yang susah payah aku buat dan latihan yang menguras tenaga akhirnya terbayar dengan nilai yang memuaskan dan tentunya satu pack bengbeng. Itulah tadi secuil ceritaku tentang masa indah SMA. Inti dari cerita ini adalah AKU RINDU KALIAN GEUNIQES ONE!!! GeuniqesOne adalah nama kelas kami, singkatan dari Generation Unique Eleven Science One. Sungguh kami memang generasi XI IPA 1 yang unik. Haha.

Like what you read? Give Ayu Amalia a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.