Waiting?

Assalammu’alaikum wr.wb.

Bicara tentang jodoh, banyak orang bilang, “Perempuan emang udah kodratnya gitu, harus nunggu..” Benar sekali. Memang benar. Sekarang, kita sebagai seorang muslimah terjebak dalam sebuah pilihan. Pilihan yang mengharuskan kita untuk menunggu. Dan memang seharusnya kita menunggu. Bukan menunggu yang sia2, tapi menunggu yang berfaedah. Menunggu sambil memantaskan diri. Menunggu sambil memperbaiki diri. Menunggu sambil terus beribadah. Menunggu dengan mengejar cinta Allah SWT. Menunggu dengan membuat kedua orang tua bangga terlebih dahulu. Ya, menunggu. Jangan hanya menunggu dan berangan-angan yang tidak karuan. Kita disini dengan pilihan itu. Kalian para perempuan yang mungkin sedang menjalin hubungan ilegal. Perhatikanlah kedua pilihan ini. Pertama, kita bersenang2 mengisi waktu bersama seperti ‘pasangan ilegal’ pada umumnya, padahal jelas sekali, Allah SWT melarang hubungan ilegal tersebut. Dan padahal kita tahu belum tentu kita berjodoh dengannya. Tapi kita tetap saja memaksa menjalin hubungan tersebut. Yangmana pada akhirnya ternyata kita tidak berjodoh dengannya. Sakit kan? Bertahun2 kita habiskan waktu dengannya. Apa yang akan kita lakukan? Kita yang dari dulu mengenalnya, tiba2 dia berjodoh dengan orang lain yang baru saja mengenalnya. Dia menikah dengannya, menyematkan cincin di jarinya. Mencium kening si wanita dengan hangatnya. Dan mereka adalah pasangan legal. Hubungan yang diridhai Allah. Kita bisa apa? Walaupun amat sangat sakit. Kita hanya bisa ikhlas. Baiklah, pilihan yang kedua. Meskipun terlambat, tiba2 di pertengahan jalan dihubungan ilegal yang sedang dijalani, kita baru menyadarinya. Ini salah. Aku harus bagaimana? Meninggalkannya? Dia yang amat aku sukai dan sayangi. Pasti akan sakit sekali rasanya. Akan terasa ada yang hilang dari diri kita. Tapi tak apa, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Tapi dari kedua pilihan tersebut akhirnya kita tetap merasakan kepedihan kan? ya, memang seperti itu. Karena keindahan yang kita peroleh adalah hasil dari sebuah kepedihan yang telah kita lewati. Tapi di pilihan kedua ini, meskipun kita terlambat, kita masih punya waktu untuk memantaskan diri. mengejar cinta yang sebenarnya, cinta Allah SWT. Kita tidak lagi harus menjaga seseorang yang ternyata bukan jodoh kita. Tentang jodoh, hanya Allah SWT yang tahu. Kita sebagai makhluk-Nya hanya bisa terus berusaha untuk memantaskan diri dan terus mengejar cinta-Nya. Dan di pilihan kedua ini kita punya waktu untuk mengobati rasa sakit yang hanya sementara itu. Ingatlah, hanya Allah SWT yang tahu siapa jodoh kita. Dekatilah pemilik-Nya, niscaya engkau akan didekatkan pula dengan jodoh yang baik di waktu yang tepat untukmu. Jangan terlalu berharap kepada manusia, Allah SWT tidak menyukainya. Yangmana nantinya Allah SWT akan memberikan mu kepedihan dari sebuah pengharapan. Allah SWT akan mencemburui seseorang yang lebih berharap dan lebih mencintai selain kepada-Nya. Maka, berhentilah. Meskipun terlambat. Daripada akhirnya kita hanya menjaga jodoh orang lain.

Inget guys! Yang bertahun-tahun menjalin hubungan ilegal, akan kalah dengan yang baru kenal lalu ijab qabul.

Wassalammu’alaikum wr.wb.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.