Apa Tujuan Hidupmu?

Sedari kecil, kita sering banget ditanya, cita-cita nya mau jadi apa, dan ketika kita tidak ada gambaran untuk mau jadi apa, kayaknya ada yang salah dengan diri kita.

Beranjak remaja dan dewasa kita merasa dituntut oleh dunia untuk punya tujuan dan goals dalam hidup.

Saya sering banget minder diantara teman-teman yang udah punya rencana hidup 5 sampai 10 tahun ke depan. Mereka seolah-olah hidup dengan ambisi yang menggebu-gebu dan semangat yang membara, dengan mata yang berbinar-binar ketika bercerita mimpi-mimpi mereka untuk membangun dunia yang lebih baik. they’re the changemakers of society. Lucky for them, aku mah apa atuh, butiran debu yang planga plongo dengan mimpi besar mereka yang sangat mulia.

mereka terlihat hidup dan bahagia, saya pikir.

Saya pun akhirnya berusaha untuk memiliki tujuan hidup. Oh iya, saya membuat planning kehidupan 10 tahun mendatang, saya buat resolusi tiap tahun, saya berusaha untuk produktif, ikut kegiatan ini itu, semua hal saya berusaha untuk eksplor, entah saya ini sebenarnya mencari apa.

Pada satu kesempatan, saya mengikuti salah satu konferensi internasional, dan saya duduk, mengamati orang berseliweran, tiba-tiba pertanyaan ini muncul.

“apa yang aku lakukan disini? apa yang aku cari? apa yang aku dapat?”

NOTHING

saya tidak menemukan hal mendalam yang mengisi kekosongan jiwa saya saat itu, dan saya berhenti mengikuti semua kegiatan “produktif” itu.

saya lupa, bahwa semua mimpi, ambisi, tujuan “masa depan” itu berasal dari pengetahuan kita saat ini. kita tidak benar-benar tahu akan dunia sebenarnya, tapi kita merasa, mimpi kita adalah hal yang sangat kita inginkan dan tujuan kita adalah segalanya.

Padahal, manusia selalu bertumbuh, kita tidak pernah benar-benar tahu kita akan menjadi apa kedepannya. Dan teman-teman ambisius saya itu, mereka hidup dalam mimpi ke mimpi, ambisi ke ambisi. they dont live in a present moment. banyak dari mereka yang merasa tidak puas dengan apa yang mereka capai, karena sekalinya sudah tercapai, mereka kehilangan makna kehidupan, menjadi bosan, dan mencari cara untuk merasa “hidup” dan akhirnya membuat beratus list goals lainnya.

Kita hidup di dunia yang penuh kompetisi, dunia yang hanya menampilkan kesuksesan finansial dan material sebagai standar kebahagiaan. Dunia yang penuh eksploitasi dan mematikan potensi kita sebagai manusia. Potensi untuk menemukan diri sejati, potensi untuk menyadari kebahagiaan sejati yang sebenarnya sudah ada di dalam diri kita, tanpa harus mencari-cari nya dengan susah payah keluar.

Goals dan achievement itu bukan tujuannya.

Tujuannya adalah untuk mengalami kehidupan sepenuh-penuhnya.

Tujuannya adalah sangat simpel

Untuk menjadi hidup

untuk terbuka dengan segala kemungkinan yang terjadi dalam hidup kita, untuk hidup dengan apa adanya. hidup untuk saat ini. menikmati segala proses yang terjadi dalam kehidupan, sembari bertumbuh dan berkembang.

jika dipikir-pikir, manusia menciptakan segala kompleksitas dalam pikirannya untuk mencapai kebahagiaan dan pemenuhan diri, tapi bagaimana jika itu semua hal adalah yang sangat sederhana?

Let’s Celebrate Life.

Lantas, apa tujuan hidup kamu?