my journey of LOVE

5 tahun.

saya menjadi menyukai film drama. pembantu saya selalu memberi saya dot dan menemaninya menonton esmeralda, dan wanita judes.

7 tahun.

saya tidak tahu apa itu cinta, yang saya tahu orang tua saya adalah milik saya dan mereka akan tetap memberi perhatian dan memeluk saya bahkan jika saya menyebalkan. yang saya tau, saya nyaman dan akan cemas jika mereka tidak ada.

10 tahun

teman saya cerita bahwa ia pacaran dengan anak kelas sebelah. saya tidak mengerti apa yang seharusnya orang pacaran lakukan, tapi yang saya lihat mereka kejar kejaran dan marah marahan. apakah pacaran itu sama dengan musuhan?

13 tahun

saya akhirnya tau apa itu pacaran akhil balik, teman teman semakin banyak yang pacaran, cinta mereka bilang, seperti ada kupu kupu di perutmu dan jantung berdetak saat bertemu orang yang kau suka. saya memiliki satu atau dua orang yang saya suka.

15 tahun

hopeless romantic. menjadi romanticism, merasa banyak di sakiti oleh pria, over pede saat di dekati lelaki, minder karena belum punya pacar dan semua teman saya menganggap pacaran adalah prestasi. cinta untuk pasangan adalah sumber kebahagiaan yang utama bagi mereka. dan saya mulai berpikiran seprrti itu.

16 tahun

pertama kali pacaran, dicintai seseorang, mengalami scene scene di film romantis, menganggap pacar adalah segalanya, anxious, posesif, insecure, saling menyakiti, drama, play as victim, apakah cinta berarti menjadi seorang tawanan bagi pasanganmu?

17 tahun

dicintai kedua kali. tidak ada hal hal romantik yang dilihat di film, media, atau lingkungan. post relationship trauma, tidak jaim dan saling nurturing, pertama kali mengambil keputusan sebagai orang dewasa, berkomunikasi yang jelas dalam hubungan, merawat hubungan, merasa tidak cocok, takut untuk komitmen, kandas.

19 tahun

single, love myself, hopeless romantic yang realistis, tidak ingin pacaran dan terikat. memahami lelaki lebih baik dan melihat hubungan sebagai suatu hal yang perl di rawat dan dijaga, dapat mencintai dengan kapasitas yang besar tanpa keinginan untuk memiliki, lebih hati hati dalam memulai sebuah hubungan, akan menjalankan komitmen dengan seseorang untuk tujuan jangka panjang, tidak mencari pacar tetapi seorang teman hidup.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated ayudiah natalia’s story.