Untukmu, sebuah hati yang sedang berkabung dan mata sendu yang menyimpan seberkas harapan

Apakah kau masih ingat, kecupan hangat yang kau tinggalkan di bibirku desember lalu?. Aku masih ingat langit oranye, baju kaos dan tekstur bibirmu.

Senja itu, mungkin aku sudah cukup bosan hidup dalam ruang hampa, dan ingin menikmati sedikit euphoria. Sebuah plot dan scenario drama sudah kurancang, hanya kekurangan pemain utama lelaki disana. Mengapa tidak mencoba kamu saja? Pikirku. Toh, kita sama sama benci kesendirian dan butuh memproyeksikan insekyuritas dan trauma diri kita masing-masing. Kita bisa menjadi tim yang hebat, untuk saling membakar. seperti burung phoenix, sayang. Saling membakar diri untuk lahir kembali.

Maka dari itu, aku sambut kecupanmu dengan sedikit sisipan lidah,

menandakan awal permainan kita.

aku tahu, bukan dirimu sosok yang sangat cocok memerankan actor utama di scenario ku. Tapi hidup dalam gelap dan hampa bukan pilihanku, kita jiwa yang sama sama membutuhkan cahaya. Untuk bisa tetap melihat dalam kegelapan, walau apa yang kita lihat hanyalah ilusi.

Kita adalah jiwa yang terpenjara oleh tuntutan dan tekanan lingkungan terhadap kita. kita seperti Winston smith dan Julia, dalam 1984 nya Orwell, termasuk akhir kisah cinta mereka. tetapi aku tidak ingin terburu-buru ke bagian ending. Masih banyak hal yang ingin ku nostalgiakan disini.

Walau begitu, banyak hal yang sangat kontradiktif dengan kita. aku yakin kau pasti menyadari itu, hanya saja kau menyimpan harapan terlalu lama.

selalu mempertanyakan apa yang kau percaya termasuk moralitas dan nilai di dalam hidup adalah filosofi hidupmu. Tetapi menjadi nihilist sejati sepertinya, bukan untukmu karena kau sepertinya lebih suka menjadi eksistensialis.

Episode yang sudah kurencanakan, ternyata tidak sesuai rencana. Banyak improvisasi yang dilakukan karakter, yang membuat kisah ini sedikit lebih lama. Dan pada akhirnya, aku tidak membutuhkan scenario lagi, mengkontrol apa yang diluar kemampuanku, membuatku justru terjun lebih dalam tanpa ketidakpastian. Menerima adalah satu-satunya cara. Untuk proses pembakaran diri berlangsung lebih cepat.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Ayudiah Natalia’s story.