Dalam Sepuluh Menit, Saya Gagal Menyelesaikan Tulisan

Tema hari ini: Ready, Set, and Go!

Saya diminta menuliskan tentang apa saja dalam waktu sepuluh menit. Saya pasang timer dan saat suara tanda 10 menit berakhir, saya harus mempostingnya. Bagaimana pun bentuk tulisannya.

Saya mau bercerita tentang jarak. Ada yang tak saya pahami tentang jarak. Saya tak biasa menghitung jarak suatu lokasi dengan hitungan meter atau mil.

Saya biasa mengukur jarak dengan lagu. Jika ditanya berapa jarak antara kos saya dengan halte tempat saya menunggu bus ke kantor setiap pagi, jaraknya adalah satu sampai dua lagu. Saya pandai mengukur jarak dengan jumlah lagu. Sayangnya, saya tak pandai menghitung jarak antara hatiku dan hatimu. Baiklah, ini memuakkan.

Saya tak mengerti dengan cara kerja jarak. Misalnya, jarak yang membuat tubuh menjauh nyatanya mampu membuat hati kian dekat. Ini terjadi pada hubungan saya dengan ibu.

Tapi jarak tak selamanya bekerja dengan cara demikian. Hubungan saya dengan seseorang ternyata makin menjauh seiring berjaraknya tubuh kami. Ah, abaikan.

Saya pernah menghitung jarak satu rak buku ke satu yang lain di sebuah toko. Ini untuk memudahkan saya jika ingin membayar ke kasir. Saya akan meninggalkan buku yang saya pilih di