Jawaban Saya: Memasak dan Bermain Gitar

Sumber gambar: Pixabay.com

Tema hari ini: I got skills

Jika bisa memilih, kamu ingin mengusai keahlian apa?

Saya ingin bisa memasak dan bermain gitar. Tentunya ada alasan tersendiri kenapa saya memilih kedua hal tersebut.

Untuk memasak, lidah saya tergolong rewel. Saya tidak bisa makan pedas dan manis (untuk sajian yang disantap bersama nasi). Hal ini membuat status saya sebagai keturunan Jawa tulen dipertanyakan. Untungnya, saya punya jawaban untuk hal ini. Yang suka masakan dengan cita rasa manis adalah orang Jawa Tengah, sedangkan saya berasal dari Jawa Timur.

Pedas juga tak bisa diterima oleh lidah saya. Berbeda dengan anggota keluarga saya lainnya yang gemar menikmati santapan pedas, saya benar-benar menghindarinya. Kalau makan yang pedas, bisa dipastikan saya akan kembung bukannya kenyang. Ini karena saya selalu minum setiap selesai menelan makanan.

Nah, dengan bisa memasak sendiri, saya bisa menyenangkan semua pihak. Saya tak bergantung pada masakan orang lain. Saya tak harus menyakiti perasaan orang lain karena hasil olahannya tak saya habiskan sampai tuntas.

Sayangnya, keinginan saya untuk pandai masak terhalang keadaan. Kosan saya tidak menyediakan dapur bersama dan tak ada kulkas untuk menyimpan bahan masakan. Kok tidak cari kosan yang memenuhi kebutuhan? Saya orangnya malas.

Bagaimana dengan bermain gitar?

Di mata saya, orang yang bisa main gitar itu keren. Mau cowo atau cewe.

Selama ini, saya hanya jadi penikmat musik tanpa bisa memainkan satu pun instrumennya. Saya ingin bisa bermain gitar, untuk diri sendiri saja. Sama seperti keinginan saya untuk bisa memasak.

Orang bebal itu ada, saya contohnya. Saya tetap tak bisa bermain gitar biarpun sudah berlatih. Dulu ada tetangga yang saya anggap abang sendiri mengajari, tapi kami berdua sama-sama menyerah. Mengajari saya hanya buang-buang waktu. Akhirnya ya begini, saya menerima takdir sebagai penikmat musik sejati.

Sebenarnya ada banyak keahlian yang ingin saya kuasai. Saya ingin bisa berenang, berkuda, memanah, menembak, dan banyak lagi.

Ngomong-ngomong, aktif menulis setiap hari dulu juga hanya wacana bagi saya. Ini hari ketiga saya menerima tantangan menulis. Saya mulai melawan kemalasan sendiri. Siapa tahu sederet keahlian yang saya sebutkan di atas, nantinya tak berakhir sebagai wacana belaka. Amin.