INDONESIA DAN RASA YANG TELAH MATI

Oleh : Azhar Taufiqurahman TI ‘15

Berbicara nasionalisme, ada degradasi persepsi yang luar biasa khususnya pada topik pendidikan tinggi di Indonesia. Nasionalisme telah dirasa tidak berdampak besar lagi bagi perkembangan negara Indonesia sendiri. Mengapa demikian, mari kita kaji lebih mendalam lagi pada aset lingkar 2 bangsa, mahasiswa. Mahasiswa sekarang sudah jauh berbeda dengan mahasiswa yang dulu, mahasiswa sekarang sudah tidak dapat dikatakan sebagai insan yang idealis, akan kata — kata dan perbuatanya di lingkup kemasyarakatan, mahasiswa sekarang hanyalah mahasiswa semu yang berkutat pada pelaksanaan program kerja semata, alih alih mengejar visi yang dikembang.Visi dan misi organisasinya mungkin hanya sebagai prasyarat saja agar lembaganya bisa diakui sebagai organisasi yang legal secara de facto oleh pihak universitas.

Sekarang mari kita kaitkan dengan nasionalisme, Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara ( Riadi M,2005 ), artinya nasionalisme adalah suatu gerakan dimana output eksternal dari nasionalisme adalah menumbuhkan rasa memiliki akan Indonesia, bekerja untuk Indonesia, mengabdi untuk Indonesia dan bahkan ber Retorika demi bangsa Indonesia. Menurut hemat saya hal itu khususnya pada kampus saya sendiri masih dirasa sangat tabu untuk dibicarakan, selain jajakan pembicaraanya terlalu luas, lebih lagi hal itu terlalu menyita waktu teman — teman aktivis dari kesibukanya menggodok progam kerja -nya di lembaga masing masing, sehingga feedback dari mahasiswa yang berdomain ativis pun tidak pernah terasa, bayangkan saja, sudah sangat jarang mahasiswa di Indonesia yang peduli akan nasib dan keadaan bangsanya, mulai kurangnya advokasi ke pemerintah, mulai lemahnya daya saing mahasiswa pada social control terkait isu isu khusus di Indonesia dan mulai hilangnya daya tarik mahasiswa untuk memajukan negaranya. Hal itu didasari dari persepsi subjektif penulis, dimana saat ini lamaran kerja ke perusahaan berstatus asing cenderung meningkat khususnya dari Universitas unggul di Indonesia, bayangkan saja insan akademika bangsa sebagian besar beralih ke perusahaan-perusahaan asing daripada membuka startup dan berkarya untuk negeri sendiri.

Nasionalisme palsu, mungkin itulah yang pantas untuk dipredikatkan kepada setiap mahasiswa di Indonesia, perspektif subjektif ini muncul karena banyaknya orang yang menganggap enteng jiwa nasionalis dan banyaknya orang yang memiliki rasa nasionalis tetapi tidak mau muncul di hadapan publik, besar kemungkinan mereka hanya menjadi penulis latar belakang filsafat saja di media media sosial.Mengapa dikatakan palsu ? mari tanyakan mengenai isu isu hangat bangsa ini kepada mahasiswa di Undip sendiri, atau jadikan pertanyaan ini menjadi pertanyaan ajuan bagi anda selaku pembaca, isu apa saja yang anda ketahui akhir akhir ini ? dan tolong jelaskan detail bagaimana isu itu muncul, pros dan cons serta solusi efektif yang dapat anda tawarkan berkaitan dengan kebebasan anda untuk berpendapat khususnya penanggapan isu, bisakah ? Alhamdulillah kalau bisa menceritakan minimal 3 isu secara detail, tapi kenyatanya bertolak belakang dengan mahasiswa sekarang, mereka pun hanya tau kabar luarnya saja, bahkan ada beberapa yang baru dengar, itulah mengapa kita pantas dipredikatkan sebagai mahasiswa yang palsu nasionalisme nya, mengaku cinta tetapi tidak peduli, saat peduli hanya kritik dan hinaan saja yang keluar untuk bangsa ini, saat mencoba peduli tetapi masih takut akan birokrasi, dan itulah yang terjadi tahun tahun ini.

Mahasiswa mulai mudah menerima artikel propaganda ( re: bualan ) daripada mengkaji ulang apa yang ia baca, tanpa mau berpikir panjang, banyak orang hanyut dalam arus delusi. Lebih menyaring komentar populis, dan cenderung menjauhi yang berbau sedikit anarkis, toh penulisnya sendiri masih belum membuktikan peringkat nasionalismenya sendiri di tulisan ini
Like what you read? Give Azhar Taufiqurahman a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.