Mbrebes Mili

Aku terjemahkan sebagai rasa, dimana kita kembali jumpa, berjungkat-jungkit, menggulung diri dalam satu irama, namun harus kembali berpura-pura lupa saat fajar tiba.

Aku mencoba menelusurimu, hingga ke lipatan terdalam. Ke pori-pori wajahmu yang tak lagi tersumbat memori.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.