Walking Alone - Canada

George berdiri di pinggir jalan, meminta tumpangan kepada mobil-mobil yang lewat, dia tidak tahu mengapa ia harus melakukan ini, tapi ini naluri batin nurani hati nya.
Salah satu mobil pun berhenti dan George pun naik.
"Jadi apa yang lakukan pada malam-malam begini? kau kan masih anak-anak." tanya pria itu.
Dia pun berbohong kepada pria itu dengan mengatakan,
"Aku akan pergi ke rumah nenek ku, di dekat Taman Nasional Banff."
"Kau berani sekali pergi sendirian di tengah malam ini." jawab pria itu.
George hanya tersenyum
Mobil pun berjalan ke arah selatan, menjauhi kota Edmonton. Tempat itu, tempat yang akan dia kunjungi terakhir kali nya, sebelum dia melakukan hal itu.
"Hei nak. Kita sudah sampai." kata pria sambil membangunkan nya.
"Oh... Iya... Iya... " jawab George.
George pun mengambil tas ransel nya dan keluar dari mobil itu.
"Terima kasih banyak paman!" kata George.
"Iya, sama-sama, dik!" jawab nya.
George sudah berada di kota kecil di dekat Danau Moraine. Dia pertama kali mengunjungi nya ketika umur 7 tahun bersama keluarga nya. Tidak banyak yang berubah di situ. Di sini juga mulai banyak orang. George mulai merasa lapar, dia pun berjalan ke arah mal di depannya. Agak banyak orang di sana, dia pergi ke sebuah restoran cepat saji. Dia pun memesan sarapan pagi dan segelas teh hangat yang harganya $10.
Sambil, menunggu ia menulis jurnal yang ia bawa dari rumah.
"Hari pertama
Aku tidak percaya, aku melakukan nya. Aku tahu itu pilihan yang sulit, dan kau juga sedang kecewa dan sedih. Tapi, kau melakukan nya."
Pelayan pun memberikan nya sarapan pagi dan segelas teh hangat, dia kemudian memakan sarapan nya.
Sekarang George berada di sebuah toko swalayan, dia sedang melihat sebuah tenda beserta sebuah kantung tidur, yang berharga $76. Dia pun melihat uang sisa nya yang tinggal $990. Dia berniat membeli tenda itu dengan beberapa makanan kering & minuman dan obat P3K.
"Jadi seluruhnya $110." kata kasir itu, sambil memberikan sisa uang nya.
"Nak, apa kau pergi sendirian?" tanya kasir itu. "Iya, ibu ku menyuruh ku." jawabnya dengan bohong.
"Kenapa, tidak ibu saja yang membeli?" tanya kasir itu kembali.
"Ibu ku sedang sibuk, jadi dia menyuruh ku." jawab George.
Selesai belanja, dia pun meletakkan apa yang dia beli di ransel. Dia pun melanjutkan langkah nya menuju Danau Moraine.
Danau Moraine.... Danau yang sangat indah, dengan air biru muda yang melengkapi keindahan nya. George pun berjalan diantara pepohonan pinus, di sini hanya ada beberapa mobil. Di depan terdapat tempat yang ia tuju, dia langsung mempercepat langkahnya.
"Ya tuhan! Tempat ini masih indah saat musim gugur!"batin nya.
Dia pun mengambil iPhone nya dan ber-selfie dengan background Danau Moraine dan beberapa gunung.

Dia pun melanjutkan perjalanan ke arah jalan menuju hutan pinus yang lebat.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.