Games in My Life

Mungkin cerita ini bukan salah satu cerita menarik tentang perkembangan games ataupun tentang perkembangan Computer Graphic. Computer Graphic merupakan salah satu teknologi yang sangat berkembang saat ini, bagaimana tidak bayangkan saja pada masa awal kemunculan komputer hanya dapat digunakan menggunakan mesin tik untuk menuliskan perintah, lalu muncul monitor namun masih dapat dikatakan belum terlalu berwarna karena masih menggunakan terminal. Kemudian muncul istilah GUI (Graphic User Interface) seperti sekarang ini sehingga membuat kita lebih nyaman dalam menggunakan komputer. Namun lebih maju lagi dari pada itu semua, para raksasa tekonologi sedang mengembangkan teknologi baru yang masih sangat hangat diperbincangkan saat ini yaitu Augmented Reality (AR) dan Vitual Reality (VR).

Untuk itu saya akan sedikit menceritakan tentang perkembangan Computer Graphic terutama di bidang games

Game Bot

Game bot merupakan game yang pertama kali saya mainkan, lumayan seru game nya. Merupakan salah satu yang membuat saya senang kala itu, meskipun sekarang grafisnya sudah sangat tertinggal dengan game jaman sekarang.

Game Bot

Namun demikian, ini merupakan game yang sangat populer pada masanya. Banyak anak-anak yang rela menyisihkan uang jajannya untuk menyewa Gamebot tersebut. Bahkan ada juga yang membeli Gamebot tersebut untuk dimainkan dirumah.

Playstation One

Kemudian game yang pernah saya mainkan lainnya adalah konsole Playstation One. Konsol ini sangat menarik bagi saya, karena ini konsol game yang graphic nya sangat bagus pada saat itu bagi saya, sekitar tahun 2004 (Meskipun pada saat itu Playstation 2 sudah rilis, namun saya baru pertama kali memainkan PS One). Game yang masih sangat teringat dalam pikiran saya adalah Winning Eleven dengan soundtrack Linkin Park-nya

Winning Eleven

Winning Eleven merupakan game yang pada masa itu sangat tenar, saya setiap pulang sekolah rela menyisihkan uang jajan saya untuk sekedar menyewa/merental PS One tersebut. Namun jangan dibandingkan dengan game sepak bola jaman sekarang seperti PES 2017 dan FIFA 2017, pasti grafisnya sudah sangat jauh tertinggal

Playstation 2

Setelah ketenaran PS One mulai memudar, secara perlahan digantikan oleh adiknya Playstation 2 yang sangat membuming pada saat itu, banyak anak-anak seusia saya pada masa itu pergi kerental PS 2 untuk memainkan konsol game satu ini, bahkan PS 2 dapat eksis sampai bertahun-tahun. Salah satu game yang sampai saat ini masih dimainkan oleh hampir semua kalangan adalah Grand Theft Auto: San Andreas game free world ini memang sangat laris pada saat itu, mungkin karena game tersebut layaknya dunia nyata, orang dapat berkeliling, naik mobil, mengancurkan mobil, terbang naik helikopter dan lain sebagainya yang tidak mungkin dilakukan di dunia nyata.

GTA San Andreas

Counter Strike
Game PC yang pertama kali saya mainkan, waktu itu saya memainkannya di warnet sepulang sekolah bersama teman-teman. Merupakan salah satu game yang menurut saya dapat dikategorikan sebagai game legndaris karena experience dalam memainkannya luar biasa pada masa itu, bahkan saya sampai mengingat semua Map dalam game tersebut

Counter Strike

Mobile Games

Sejak kemunculan SmartPhone seperti Android perkembangan games makin pesat, bahkan PES yang dulunya hanya dimainkan PS 2 yang sangat sulit untuk dibawa-bawa sudah dapat di mainkan di android. Meskipun experience dalam memainkannya sangat berbeda dan menurut saya lebih sulit dari pada menggunakan konsol PS 2. Karena pada saat itu SmartPhone yang saya gunakan untuk memainkannya berukuran sangat kecil dengan SmartPhone saat ini, yaitu Sony Ericsson Xperia Mini Pro (Sebelum Sony berpisah dengan Ericsson tentunya). Kelebihannya adalah kita dapat memainkan nya kapan saja dan dimana saja tanpa harus menyediakan ruang yang luas.

PES dijalankan di Android

Sekarang muncul games mobile baru yang sangat banyak peminatnya yaitu Mobile Legends yang hampir mirip dengan game legndaris Dota 2 (Saya belum memainkannya jadi belum bisa bekomentar banyak).

Yaah itu beberapa games (secara garis besar) yang pernah saya mainkan. Terima kasih

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.