Dampak Kehancuran US dollar 2016–2017

Kita hidup di lingkungan yang dikontrol oleh koruptor yang meng-akar, tidak hanya mereka telah menciptakan struktur finansial yang dipastikan akan menyebabkan krisis ekonomi, kita sebagai rakyat harus membayar pula kesalahan mereka. Ini bukan fenomena baru, siklus ini mengakar ke “wall street money power” 100 tahun yang lalu.

Fiat money atau yang disebut uang kertas telah diperkenalkan bangsa cina 1000 tahun yang lalu, pada awalnya fiat money berfungsi sebagai tanda bukti / alat tukar, hal yang tertera di fiat money bisa berupa emas & silver. Dalam artian uang kertas tersebut dipakai sebagai tanda bukti kepemilikan barang / commodity yang tertulis.

Sampai pada tahun 1971 setelah hancurnya the bretton woods system negara-negara dunia memutuskan untuk menciptakan national fiat currencies yang tidak berbasis emas, inilah uang yang kita pakai sekarang.

Akibat negara-negara di dunia mengadopsi sistem national fiat, jumlah uang kertas yang beredar meningkat secara drastis yang menyebabkan hyperinflasi, karena banyaknya uang di pasar maka harga barang dan jasa pun semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Dengan sistem national fiat negara bisa mencetak uang dengan modal janji akan membayarnya di masa yang akan datang. Negara bisa mengisukan treasuries atau pinjaman dari negara lain dan mencetak uang dengan janji akan membayar kembali uang yang dipinjam plus bunga ke negara tersebut.

Sebenarnya sistem ini bisa berjalan kalau dana hasil pinjaman disuntik untuk melejitkan pasar ekonomi di negara tersebut, sayangnya kebanyakan dari dana ini hilang ditelan atau diasupkan ke industry yang sama sekali tidak butuh asupan.

Hutang pemerintah menumpuk akibat pinjaman dari tahun ke tahun, rakyatlah yang harus membayar hutang negara ini dari pajak, kenaikan harga BBM, dijualnya kekayaan alam, rendahnya minimal pendapatan,dll.

Hal inilah yang terjadi di negara paman sam, hutang negara bertumpuk dari tahun ke tahun yang dipakai perang, suntikan pendanaan wall street & industry automotive di tahun 2008.

Kesalahan besar ini yang menyebabkan keraguan investor dunia akan solidnya US dollar sebagai mata uang petro dollar di tahun 2016 ini, sudah mulai banyak investor china yang menarik uangnya dari amerika serikat dan akan terus meningkat, jika 60% dari investor menarik uangnya dari amerika serikat dan memutuskan untuk tidak membeli bonds dari Amerika, US dollar akan collapse.

Apa yang akan terjadi jika dollar collapse & apa dampaknya terhadap indonesia?

Hal pertama yang akan terjadi yaitu jatuhnya wall street dan forex trading currencies, semua pemegang US dollar akan mencoba menukar uangnya dengan tangible asset berupa lahan dan emas bahkan stock, perdagangan ini akan terjadi sangat cepat dan pemerintah AS akan ambil bagian dan bisa jadi menutup pasar bursa NY sementara untuk mencari jalan keluar/solusi.

Namun, dikarenakan masalah ini terlalu besar mereka tidak bisa meyakinkan investor dunia untuk tidak menarik uangnya dari AS, setelah melakukan beberapa cara penurunan bunga menjadi sangat rendah dan dividen yang tinggi mereka tetap gagal.

Pada akhirnya wall street pun collapse, masyarakat AS mulai ricuh dan rusuh turun ke jalanan dan ke bank untuk mengambil uang mereka, namun bank dan financial institution pun tidak bisa melakukan apa-apa.

Dikarenakan kerusuhan yang sangat besar NATO pun ikut ambil bagian dan bergerak cepat untuk memulihkan kondisi di amerika, mereka berkumpul dan berdiskusi untuk menciptakan alat tukar sementara yang harus bisa diciptakan dan di distribusikan dalam waktu 60 hari.

Dampak yang akan diderita indonesia tidak akan sebesar negara AS, Inggris, Israel yang bersandar langsung pada US dollar, namun dampaknya cukup signifikan, meningkatnya pengangguran akan terjadi secara besar-besaran dan ekonomi pun mulai menurun secara drastis, banyaknya korporasi asing di indonesia akan menyebabkan dampak yang cukup besar di ekonomi lokal.

Bank akan berhenti meminjamkan uang, banyak orang yang akan menjual asset-assetmereka, harga rumah dan tanah akan menurun drastis, sedangkan harga emas akan melonjak naik, kenaikan harga emas disebabkan emas adalah pengganti utama uang kertas dan banyak investor dunia mulai memburu emas, dikarenakan sedikitnya market capital emas dibandingkan stock, harga emas akan melejit naik sangat cepat, para ahli menyampaikan bahwa harga emas bisa mencapai $5,000/oz atau Rp 2.400.000/gram.

Disamping emas, perak pun akan melejit secara drastis bahkan bisa mencapai $175/oz atau 12 x lipat harga perak saat ini. Pergerakan pasar akan sangat cepat pada fase ini ketersediaan emas dan perak pun akan habis dalam hitungan hari.

Krisis ini tidak dapat dipungkiri akan terjadi sebentar lagi, berdasarkan data dan statistik, krisis global ini akan menjadi krisis terbesar sepanjang sejarah manusia.

Banyak hal yang kita bisa persiapkan untuk mengurangi dampak krisis global ini, semoga Indonesia bisa bertahan dan keluar dari badai krisis dan menjadi negara maju kembali.

You’ve been warned.
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.