Hutan Rindu

Photo by Nanda Seth (instagram: @nanda_seth)

Menjumpaimu tak membuat rinduku usai. Menjumpaimu justru membuatnya semakin rindang.

Dulu ia hanya sebatang pohon dengan empat buah ranum menggantung di dahannya. Sekarang, ia telah menjadi sebuah hutan yang sangat lebat. Membuatku tidak bisa dan tidak mau keluar dari rimbanya.

Aku telah menjelma menjadi seorang penjaga hutan yang tak membiarkan seorang pun menginjakan kaki ke dalamnya, kecuali kamu, serta senyum kecil dan pelukan yang selalu membuatku tak pernah merasa percuma terlahir di dunia. Di mana hal tersebut juga membuat luas hutan ini semakin tak terhingga.

Jika hutan tak menarik dan lautanlah yang kau minta, maka aku tak bisa memberinya. Apalagi langit dengan bintang-bintang utuh beserta bulan sempurna di atas sana. Hanya waktu dan cinta yang aku punya, di mana engkau bisa miliki keduanya.

Akan kubangun rumah di atas pohon yang paling tinggi di hutan ini. Di sana, kita bisa melihat matahari tenggelam dan bintang-bintang yang memandangi kita sambil memuaikan segala rahasia. Aku akan menunggumu di sini tanpa mengeluh. Meski hutan ini semakin rimbun, dan suatu hari engkau dapat menjumpai kuburku di dalamnya.

Cilegon, 2015.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Azzumar Adhitia Santika’s story.