Permintaan

Ibu meminta aku menjadi pegawai negeri

Begitu pula dengan Ayah

Orang tua lain dari anak yang lain mungkin memiliki permintaan serupa

Atau mungkin berbeda

Setiap orang memiliki permintaan, aku percaya itu

Bagiku setiap orang tak lebih dari sekadar pengemis

Hidup dari satu permintaan ke permintaan lain

Entah mengemis ke Tuhan, atau sesuatu yang dituhankan

Aku tak tahu permintaan apa saja yang semua orang di dunia ini tujukan padaku

Aku hanya tahu beberapa

Seperti permintaan Ibu, aku tahu, selain menjadi pegawai negeri Ibu ingin aku untuk bisa lebih tersenyum menghadapi dunia

Selanjutnya permintaan Ayah yang lain, agar kelak aku bisa menggantikan posisinya

Menjaga agar keluarga ini tetap hidup

Lalu pemilik sewa tempat tinggal, permintaannya sederhana: jangan telat bayar. Lagi.

Terakhir, permintaanmu untuk sama-sama melupakan. Meski entah mengapa daya ingatku selalu bekerja dengan sangat baik tiap aku mencobanya.

Selain itu, kakiku juga terlalu pincang untuk menuruti permintaan kamu yang lain: pergi menjauh.

Dan nampaknya hidup pun perlahan membosankan bagiku

Aku hanya melewati hari demi hari menghitung dan memikirkan permintaan orang lain

Tanpa pernah memikirkan, apalagi mewujudkan permintaan sendiri

Permintaanku sederhana: aku hanya ingin kembali ke rahim ibu

Namun jika hal itu tak mungkin terwujud, maka tolong bawa aku pulang ke rumah

Itu saja

Cilegon, 2016.