Puisi Ini Membosankan

Kala bermain petak umpet, perasaanku adalah anak kecil bodoh yang tak tahu cara sembunyi. Engkau selalu mampu menemukannya. Sedangkan aku terlalu buta mencarimu.

Mungkin mataku tidak buta, hanya bermasalah. Pada malam hari, kulihat langit membentang menjadi kanvas tak bertepi. Jutaan bintang melukiskan wajahmu. Lalu aku berbaring memandangi itu. Di dalam hati, aku berdoa agar pagi tak pernah tiba.

Namun doaku tak terkabul. Pagi tetap tiba. Aku tetap mencintaimu. Dan engkau pasti bosan membaca itu.

Cilegon, 2016.

Like what you read? Give Azzumar Adhitia Santika a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.