Keadaan yg Tidak di Ijinkan Naik Kereta oleh Ibu Hamil

Transportasi dengan menggunakan kereta memang sangat di gemari oleh semua kalangan. Baik untuk pria maupun wanita yang ingin melakukan perjalanan jauh. Dan juga untuk ibu hamil.

Ibu hamil naik kereta api memanglah kadang-kadang tak dapat di elakkan lantaran keperluan kerja. Memakai transportasi kereta memanglah tak dilarang untuk ibu hamil. Tetapi, pada keadaan spesifik mungkin saja tak diijinkan, yaitu pada ibu hamil dengan komplikasi atau resiko tinggi yang beresiko bukan sekedar untuk ibu namun juga untuk janin.

Bagaimana kondisi kehamilan yang memiliki resiko?
Resiko tinggi pada kehamilan adalah kondisi patologi yang bisa memengaruhi baik ibu ataupun janin. Penyebabnya terjadinya resiko tinggi pada ibu hamil yaitu lantaran kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan, rendahnya status sosial serta ekonomi, serta tingkat pendidikan.

Keadaan ibu hamil yang disebutkan berisiko tinggi umpamanya, bahaya hamil di umur muda kurang dari 20 th. atau kian lebih 35 th. (kemungkinan hamil diatas umur 35 th.), jarak kehamilan yang sangat dekat (kurang dari 2 th.), kisah sistem persalinan banyak (multipara), kisah persalinan dengan operasi caesar, dan kehamilan dengan penyakit spesifik. Sedang penyulit kehamilan adalah keadaan dimana ada kelainan pada kehamilan yang berisiko mengganggu keselamatan ibu ataupun janin seperti perdarahan serta kehamilan muda.

Tersebut disini keadaan ibu hamil dengan penyulit kehamilan atau resiko tinggi yg tidak disarankan lakukan perjalanan memakai kereta , terlebih untuk perjalanan dalam jarak jauh yang memerlukan saat lama, yakni :

• Ibu hamil dengan penyakit spesifik (sakit jantung, paru-paru, ginjal, hipertensi dalam kehamilan, serta penyakit systemik yang lain).
• Mual serta muntah yang terlalu berlebih (hiperemesis gravidarum). Pada keadaan ini, ibu lebih disarankan untuk beristirahat dibanding lakukan perjalan.
• Kehamilan dengan permasalahan plasenta seperti plasenta letak rendah serta solusio plasenta.
• Riyawat perdarahan sepanjang masa kehamilan (dapat mengacu pada terjadinya abortus/penyebabnya keguguran).
• Riwayat abortus (keguguran) spontan (abortus yaitu yang berlangsung tidak ada dikerjakan aksi apa pun) yang berulang.

Akibat yang dapat diakibatkan bila tak menghiraukan beberapa keadaan diatas dapat mengakibatkan terjadinya keguguran, perdarahan, kejang, kesusahan bernapas, bahkan juga resiko kematian bayi bila tak diakukan dengan segera.

baca juga artikel : Proses Boarding Di Stasiun Kereta bagi Pemula!!!