Dia (2)
Ada dia yang lainnya. Dia yang duduk dengan wajah terpaku pada satu pandangan. Dia yang memandang dia atau dia yang memandang orang lain?
Andaikata dia tahu bahwa ada yang mengharapkan dia memandang ‘si dia.’ Namun, dia tidak sadar. Dia tidak tahu memandang siapa.
Kini, dia hanyalah sebuah kenangan. Dia yang pernah dipandangi oleh ‘si dia.’ Kemudian, ‘si dia’ sudah lupa bagaimana perasaannya saat itu. ‘si dia’ cukup terdiam saja. Tidak perlu mengingat lagi.
Itu soal.. Hawa nafsu masa pubertas..
Huh..