Siap Mengabdi?

Siapa yang sempat berpikir untuk mengabdi pada Negara?

Siapa yang sempat berpikir untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil?

Tidak pernah terbesit sama sekali dalam pikiran Saya. Dulu.

Penghasilan yang kecil, sering ketahuan bolos kerja, tidak masuk pada hari-hari terjepit, kasus korupsi, dinasti kenalan, dan lain sebagainya sering sekali Saya temui di berbagai pemberitaan oleh media. Hal ini membuat mindset akan Pegawai Negeri Sipil menjadi kurang begitu baik.

Tapi pernah terdapat sebuah mitos, entah ini benar atau tidak, jika kita tidak suka akan sesuatu, maka hal tersebut akan datang pada kita tanpa waktu yang tidak kita sadari. Dan sepertinya ini sedang terjadi pada Saya. Ha ha ha.

Ada 2 (dua) alasan utama mengapa Saya (tiba-tiba) mendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Alasan pertama.

Pilihan menjadi Pegawai Negeri Sipil dimulai ketika Saya mendapatkan kesempatan untuk bekerja sebagai Konsultan Individu (KI) di salah satu instansi pemerintahan. Menurut Saya, sangat ideal bagi Saya yang merupakan lulusan Perencanaan Wilayah Kota atau juga biasa disebut Planologi untuk bekerja di sebuah instansi pemerintahan. Perencanaan sebuah wilayah, penentuan kebijakan, dan pemberdayaan masyarakat adalah topik-topik yang sangat erat kaitannya dengan apa yang sempat dipelajari pada waktu kuliah dengan apa yang dikerjakan saat itu.

Namun, Saya melihat memang masih terdapat kelemahan-kelemahan yang dapat mengganggu jalannya organisasi, seperti: keterlambatan, kompetensi SDM yang tidak merata, orientasi kerja yang lebih mementingkan output bukan outcome, dan beberapa penyakit-penyakit PNS lainnya (sudah banyak dibahas, googling saja ya). Yang jelas, banyak tantangan dan permasalahan, tetapi mereka juga sedang berbenah seiring berjalannya waktu untuk memperbaiki jalannya organisasi.

Melihat hal tersebut, Saya terbesit pada salah satu pernyataan yang pernah diucapkan oleh salah satu teman di Himpunan Mahasiswa dulu, bahwa “Untuk mengubah sebuah sistem, masuklah ke dalam sistem tersebut.”

Masuk akal kan? Apakah ini sebuah pertanda? Mungkin.

Pada Tahun 2017, informasi yang tidak disangka-sangka muncul. Pendaftaran CPNS dibuka serentak di beberapa Kementerian/Lembaga. Saya dengan sigap langsung mempersiapkan persyaratan administrasi dan juga buku latihan soal PNS. Ya, Saya belajar. Karena keberuntungan saja tidak akan cukup menolong Saya bersaing melawan ribuan bahkan jutaan teman-teman yang juga sedang berburu CPNS, butuh usaha dan doa dalam mencapainya. Alhamdulillah, pada awal Tahun 2018, Saya berhasil lolos seleksi penerimaan CPNS.

Saya percaya Sistem Merit yang sedang dikembangkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) telah berjalan dengan baik. Proses seleksi CPNS yang Saya ikuti memberikan kesan bahwa pemerintah pusat sangat serius dalam menyaring SDM yang akan nantinya akan menjadi Abdi Negara. Real-time information pada saat pengumuman nilai Tes Potensi Akademik (TPA) maupun Tes Potensi Bidang (TPB) memberikan kesan transparan dalam pelaksanaan seleksi. Sehingga, kualitas SDM yang ada pasti terjamin. Pemikiran, ide, dan inovasi yang segar sangat dibutuhkan dalam memperbaiki kondisi pada saat ini.

Alasan kedua.

Apalagi kalau bukan untuk melanjutkan pendidikan. Pegawai Negeri Sipil ternyata mendapatkan kemudahan untuk melanjutkan pendidikan. Dan Saya sedang berusaha untuk mendapatkannya dalam waktu dekat, doakan saja. Pendidikan lanjutan bagi Pegawai Negeri Sipil sangat penting dalam meningkatkan kompetensi yang nantinya bermanfaat untuk jalannya organisasi.

Mungkin, apabila pada saat wawancara ditanyakan, “Mau kemana Anda setelah menyelesaikan studi?” Sudah pasti jawabannya, ”Kembali ke Indonesia dan mengabdi pada Negara Pak, hehehe.”

Jadi, kembali kepada pertanyaan awal. Apakah sudah terbesit di benak Saya untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil? Apakah siap untuk mengabdi pada Negara?

Ya, Saya siap mengabdi. Saya akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, untuk dapat berkontribusi langsung bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

(Tulisan ini Saya jadikan sebagai self-reminder demi menjaga konsistensi dan komitmen yang telah saya pilih).

Tambahan:

  1. Ternyata pemberitaan di media tentang PNS tidak sepenuhnya benar kok. Setelah beberapa bulan mengamati, ternyata: penghasilannya lumayan besar, tidak semua pemalas, banyak yang rajin bekerja, banyak yang rajin masuk tepat waktu, banyak yang bekerja lembur sampai malam, dan ada yang bekerja 24/7, bayangkan. Apalagi nanti ditambah kita yang baru masuk, energi muda, yang sedang semangat-semangatnya, pasti akan medukung jalannya organisasi. Optimis.
  2. Tahun ini (2018) akan ada pembukaan pendaftaran CPNS, selamat mendaftar, semoga di jalan apapun kita berkarir dapat menjadi kontribusi untuk Indonesia.