Khayalan

Khayalanku semalam berakhir pada kamis, pagi ini.

Terasa berat meninggalkan kasur merahku ini. Serasa ada yang menggelayut di susunan tulang belakangku.

Mengintip. Sepi.

Mencoba membuka mata dan mengikuti garis sinar matahari yang menelusup lubang angin yang berakhir di sudut tembok itu.

Ada apa semalam? Sepertinya baru saja tersenyum bersama seseorang…

Mana dia?

Ah..berbaring sekali lagi. Sedih, tak bisa terulang.

Like what you read? Give Berty JD a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.