Take a moment


Dan, bukankah kita sering menanti waktu? Entah sebab waktu nampak tak akan berhenti, atau karena waktu seperti berhenti?

Mendengarkan lagu-lagu Adhitia Sofyan selalu membuat saya terlempar ke masa lalu. Pertama kali saya mendengarkan lagu-lagu Adhitia Sofyan di masa libur panjang setelah UAN 2012 biasanya lagu-lagunya menemani saya mengerjakan tugas-tugas atau mengisi kesepian (semakin membuat kesepian sih sebenarnya 😀). Dan setelah saya tahu bahwa Adhitia Sofyan merekam lagu-lagunya di dalam bedroom-nya dan membagikan lagunya dengan gratis saya sangat kagum. Belum lagi, kunci-kunci yang dia mainkan terdengar seperti hanya kunci standar saja, sederhana bukan yang wow, tapi hasilnya luar biasa. Tak harus mengikuti cara- cara mainstream untuk menjadi sesuatu bukan?


That still everyday I think about you
I know for a fact that’s not your
problem

Terhitung ada 10 lagu Adhitia Sofyan di list musik dengan playlist khusus tentu saja. Blue sky collapse is one of my favorite, seriously the hook is stuck in my head!. Setiap kali saya mendengarkan lagu ini dan satu lagi yang judul lagunya secret, memori tentang kesalahpahaman semasa SMA dan tentang seseorang berhasil naik ke permukaan, pikiran dan hati sepertinya bersatu menariknya kembali. Saya hanya bisa berguman “andai…” seperti ingin kembali ke masa itu hanya sekedar ingin meluruskan kesalahpahaman itu bahwa bukan dia, tapi anda. Kadang, saat perasaan terlalu membara saya selalu berusaha memadamkannya dengan meyakini bahwa ini salah! salah karena terlalu menyayanginya. Kenyataan bahwa karena hal ini membuat saya bingung dengan perasaan saya sendiri. Saya membuka hati pada siapapun, tapi saat ada yang ingin masuk saya menutup pintu “bukan untuk kamu” walaupun dulu saya pernah membuka hati untuk seseorang, tapi jahatnya saya memikirkan orang lain dan karena tak ingin terlalu jauh berbohong, hubungan itu hanya berusia 11 hari.


Ya Allah, bisakah Engkau hilangkan perasaan ini? perasaan untuk kak mario?

Lirihku dalam tahajjud 1 februari 2014 lalu. Saya tahu, Allah mengetahui setiap isi hati hambaNya. Selama ini saya mengucapkan do’a untuk orang tua, keluarga dan urusan duniawi serta akhirat tapi hati meminta yang lain, ia dan lisan tak sejalan. Hingga di tengah malam pukul 02.40 itu lisanku berani menyebut namanya diakhir setelah do’a sapu jagat.


Jika di masa depan takdir tak mempertemukan saya dengannya, saya tetap bersyukur dan yakin itulah yang terbaik. Allah lebih tahu yang terbaik untuk kita di banding diri kita sendiri. Entah kapan masa itu datang, saat perasaan ini telah tiada dan segala kenangan hanya menjadi kenangan lintas yang singgah dan memberitahu bahwa pernah ada perasaan yang lama tinggal dihati.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.