Internalized Misogyny

Bela Rizki Nabila
Nov 7 · 2 min read

Internalisasi adalah proses pemasukan suatu nilai pada diri seseorang atau individu yang dapat membentuk pola pikirnya. Dan yang lebih tepatnya adalah penggabungan sebuah sikap, standar perilaku dan pendapat yang berada di dalam kepribadian seseorang.

Misogyny adalah perilaku atau sikap yang membenci kepada kaum perempuan atau selalu merendahkan derajat seorang perempuan.

Internalized misogyny merupakan sebuah istilah yang dibuat oleh gerakan feminis untuk membungkam perempuan lain yang tidak sependapat dengan mereka. Internalized misogyny terjadi ketika seorang perempuan merendahkan, mempermalukan, dan menjauhinya sesama perempuan mereka percaya bahwa jenis kelamin mereka lebih lemah. Dibawah ini adalah sepercik contoh dari Internalized Misogyny.

“gue itu ngga kaya cewe lain gue mah ga suka make-up, kenapa sih lu make- up?”,

“gue ga suka main sama cewe dramatis banget” atau yang lebih parahnya ketika kalian mengucapkan “dih murahan banget tuh cewe”. Tentu saja kalian tidak asing dengan ucapan-ucapan yang sudah lumrah bagi fenomena sosial dalam ruang lingkup sesama perempuan, eksistensi phobia internalized misogyny apa yang diucapkan secara tidak sadar bahwa dirinya mengidap phobia internalized misogyny.

Sebagai seorang perempuan kita harus saling bahu-membahu bukan saling memojokan satu sama lain, dalam mengatasi internalized misogyny yaitu menyadari bahwa setiap seorang perempuan mempunyai look yang berbeda pada internal maupun eksternal. Dan substansinya yaitu kita harus saling menghargai apa yang dilakukan oleh seorang perempuan dalam hal non-etis, karena tidak ada redaksi antara jenis kelaminnya lebih lemah dikarenakan oleh perilaku seorang perempuan tersebut yang menyimpang positif bagi perempuan yang mengamsumsi bahwa perempuan tersebut lemah. Atau lebih sensenya yaitu ingin menyamakan pola pikirnya dengan perempuan tersebut tersebut.

“Jika ada seorang perempuan mempunyai perilaku yang menyimpang negatif, mereka hanya cukup ditegur bukan dipojokan atau pula direndahkan.”

Bela Rizki Nabila

Written by

pengagum puisi dikala pikiran kosong

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade