Kecanduan Sore

Nikmat itu saat aku menghirup aroma petrikor

Sembari melihat burung gereja membasuh sayapnya yang sekian lama beradu dengan angin, pada air hujan yang menggenang


Teduhnya sama seperti ombak memecah batu

Saat matahari ada di titik paling terik, ombak ikhlas membasuh dengan gelombangnya yang penuh nafsu


Melihat kembang kamboja yang gugur tertiup angin, masih segar getah putihnya

Kerumunan kembang yang luruh itu diambil tangan-tangan yang ingin sembayang

Kembang cantik tidak mati sia-sia sore itu


Lalu di sinilah aku, dikalahkan langit sore

Dihantam habis oleh jingga bersama magenta, berarak mengelilingi ufuk barat yang pamit beringsut


Betapa aku tidak rela melewatkan satu sore pun dalam hidupku
Show your support

Clapping shows how much you appreciated Amanda Christabel’s story.