Cantik Paripurna akan Kalah oleh Ortu

Tadi oknum S cerita. Sedang patah hati karena setelah diputusin sama pacarnya yang dulu selama 3 tahun. Terus akhirnya jadian sama yang lebih baik dan lebih alim.. tapiii

Pacar Oknum S ini orang Padang. Balik ke Padang buat kenalin Oknum S ke keluarga besarnya...

Terus?

Terus akhirnya ga jadi karena keluarganya ga setuju. Karena Oknum S bukan orang Padang.

Baiknya... oknum S ga mau pacar oknum S durhaka sama Ibu dan Bapaknya. Begitu pun pacar Oknum S... Padahal... Oknum S cantiknya paripurna...

Walaupun begitu... aku masih merasa ada kata Sayangnya... Pacar Oknum S menurut sama Ibu Bapaknya. Dan ga perjuangin (terlebih dahulu dengan kepasrahan) Oknum S dengan dalih dalih yang ada di Al Quran... Padahal Pacar Oknum S jago banget sama tartil. Sering mengaji di mana mana.

Apakah sebegitunya ya Mas restu orangtua? Apakah sebegitunya ya kebahagian kita dipilihkan oleh orang lain? Kalau memang Ibu Bapak menganggap sesuatu yang melenceng jauh dari al quran dan diperlukan pengertian dan kelurusan oleh kita. Mas jangan lupa buat berjuang.

Mas... Kalau nanti ada masalah dengan keluarga kita. Kita sebelum manut sama Ibu dan Bapak kita. Kita musti perjuangkan itu dahulu. Tentunya berlandaskan Al Quran Nur Kareem dan Al Hadist. Berdasarkan Ayat ayat suci yang sudah Allah turunkan. Bukan lagi soal suku. Karena seharusnya kita berbangga atas apa yang kita usahakan ya bukan sesuatu yang diturunkan. Bukan lagi soal bibit bebet bobot. Tapi empat yang Rasulullah SAW bilang, agamanya, keluarganya, hartanya, kecantikannya. Bukan harta, tahta apalagi Raisaa.. Kalau mas pilih agamanya, semoga Allah mengkaruniakan karunianya buat Mas.

Mas... menikah memang ga segampang yang kita kira. Menikah bukan cuma menyatukan dua hati kita. Tapi dua keluarga. Dari keluarga Ayahku, Ayahmu, Ibumu, dan Ibuku.

Mas.. sekiranya nanti ada hal hal seperti itu sebelum kalau menikah... Kamu jangan lupa berjuang. Aku juga berjuang. Meskipun aku ga secantik paripurna oknum S. Sama sama. Kita. Berdua.

Mas... Maaf karena sampai sekarang kita belum (pernah benar benar sadar sudah bertemu). Maaf atas hal hal yang mungkin masih Allah tunda sekarang.

Aku ga bisa berharap pada seorang pun untuk jadi calon suamiku nanti. Aku ga bisa berharap pada orang lain. Pada manusia. Aku cuma berharap sama Allah semata. Sekiranya mau memberikan. Yang terbaik dari kacamata-Nya.

Mas.. yuk kita himpun doa sama sama. Semoga jalannya dimudahkan. Semoga bersamaan menjadikan kita tujuan. Semoga demikian...

Jodoh jalannya ga ribet. Jodoh jalannya mudahhh☺

21.15 21/3/2016

Like what you read? Give Bella Citra Dinasti a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.