Gaj Ahmada

Mestinya celometan ini lebih pas kalau dijuduli “Gaj Ahmada dan Reproduksi Ketololan“. Tapi supaya nyiyirnya ndak terlalu, maka kelanjutan “dan Reproduksi Ketololan” diautosensor saja.

Dalam satu minggu terakhir, jagad maya yang dihuni kelas menengah dihebringkan oleh cuap-cuap soal Maha Patih Gajah Mada. Entah apa yang akan terlintas di benak Sang Patih kalau tahu bahwa ternyata generasi sesudahnya lebih rempong ngurusin yang mati (yakni dirinya *eh moksa ya?) daripada yang masih hidup. Agamanye lagi yang diurusin. Kampret bener.

Jelas-jelas ada yang lebih konkret yang bisa dikawal dengan gosip atau sasus kok malah pada lomba jadi Indiana Jones. Penuntasan kasus 65 apakabar? Belum-belum udah mundur ke belakang sampai setengah milenium.

“Itu pikiran fasis. Mengandaikan kalau yang ideal itu adalah pikiran yang seragam, dan seragam itu menurut standarmu,” tegur Bilowo.

“Ngene den, njenengan tiyang pundi?”

“Tiyang listrik!”