Manusia dan Zombie

Suatu malam saya merenung kira-kira pada pukul 1 dini hari, dan kemudian saya menyadari sebuah hal yang membuat bulu kuduk saya berdiri. Yang saat itu saya sadari adalah ada sebuah kondisi dimana manusia dapat kehilangan kesadarannya dengan tiba-tiba. Kehilangan kesadaran yang saya maksud disini bukan seperti seseorang yang pingsan, melainkan manusia yang masih bisa melakukan aktivitas normal tetapi entah bagaimana dia tidak sadar akan apa yang sedang dilakukannya, tepatnya seperti, zombie.

Setelah saya renungi lagi, ternyata yang mengalami hal tersebut bukan hanya saya, melainkan juga beberapa teman saya. Yang membuat saya cemas adalah ketika manusia tidak menyadari hal tersebut sedang terjadi. Namun ada hal lebih dari itu yang membuat saya sangat khawatir, yaitu sebuah fakta dimana orang-orang yang sudah mengetahui kejadian itu tidak memiliki jaminan untuk aman yang berarti bahwa mereka juga bisa mengalami hal tersebut.

Awalnya, saya kira fenomena ini baru terjadi pada akhir-akhir ini, ternyata tidak, seorang pemenang nobel ekonomi Daniel Kahneman telah membahas hal ini dengan sangat lengkap dan pada tahun 2011 menuliskan fenomena ini pada sebuah buku yang memiliki sekitar 500 halaman. Saya tau hal itu bukan karena saya telah membaca bukunya, ya saya memiliki bukunya, tetapi karena terlalu tebal, saya tidak pernah membacanya, dan hanya melihat rangkuman-nya di internet.

Ngomong-ngomong, kejadian dimana manusia tidak sadarkan diri ini berbeda dengan kejadian dimana manusia kerasukan, karena kerasukan terjadi ketika ada sesuatu yang dari luar yang kata orang adalah roh, arwah atau apapun itu masuk ke dalam diri manusia. Sedangkan fenomena yang saya ceritakan ini terjadi bukan karena faktor dari luar, melainkan karena faktor dari dalam diri manusia itu sendiri, sisi lain dari manusia.

Sisi lain manusia ini juga diciptakan oleh Tuhan. Tanpa sisi lain itu manusia juga tidak dapat bertahan dibumi, tetapi sisi lain tersebut pada zaman ini jauh lebih kuat dibanding sisi yang satunya yang bertanggung jawab membuat kita sadar.

Berdasarkan pengamatan saya, ada waktu-waktu tertentu dimana hal-hal tersebut lebih sering terjadi. Pada saat-saat tersebut, dapat dikatakan akan lebih banyak manusia yang lebih mirip seperti zombie yang tidak sadar akan apa yang dilakukannya. Dan semua kelakuannya akan melenceng dan bertolak belakang dengan apa yang seharusnya ia lakukan. Namun efek tersebut tidak permanen, ada juga waktu dimana kesadaran manusia itu kembali namun meninggalkan bekas yang akhirnya harus ditanggung oleh manusia itu sendiri.

Contohnya teman sebelah kamar saya yang adalah mahasiswa, dia berubah ketika sore atau malam hari. Untuk memastikannya, sehari setelah perenungan saya tersebut, saya pura-pura mengajak ngobrol dan masuk kedalam kamarnya, saya santai saja agar dia tidak curiga, saya amati bahwa saat kami ngobrol dia masih sadar, saat itu dia cerita bahwa malam ini dia harus menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosennya, tetapi dia mengatakan dia ingin mandi dulu sebelum mengerjakannya. Ketika dia menuju kamar mandi, saya ikuti dari belakang, tampaknya baik-baik saja, kemudian saya masuk ke kamar mandi bersamanya, eh maksud saya dia masuk ke kamar mandi dan saya menguping dari luar. Ketika kelihatannya dia hampir selesai mandi saya segera kembali ke kamarnya dan bersiap-siap mengamati perubahan yang saya duga akan segera terjadi.

Kemudian dia menghidupkan laptopnya untuk segera mengerjakan tugasnya. Dan pada saat itu apa yang saya perkirakan benar-benar terjadi, saya mendekat, dan saya melihat matanya seperti menggambarkan sesuatu yang lain dari dalam dirinya keluar, dan seperti terdapat kegundahan dan tekanan dari sinar matanya, saya lihat tangannya seperti ragu menggerakan mouse. Namun saat itu dia seperti berusaha untuk tetap sadar dan membuka microsoft word.

Setelah itu tiba-tiba, dia berubah, seratus persen kesadaran dirinya hilang, bola matanya kosong dan tangannya tidak ragu lagi untuk menggerakkan mouse nya dan me-minimize microsoft word dan dengan lihai membuka browser serta mengetik www dot youtube dot com. Tingkahnya mulai berubah, sekarang dia mulai tersenyum, namun saya yakin senyumnya menyimpan sebuah duka, seakan dia melakukan sesuatu yang dalam hati kecilnya dia tidak ingin lakukan. Dia mulai menonton di Youtube segala sesuatu yang muncul dibenakknya saat itu, channel — channel Youtube yang berisi vlog orang yang tidak dia kenal sebelumnya habis dibabat, dan bahkan ntah kenapa dia mulai mempelajari hal-hal yang tidak masuk akal, seperti dia ingin belajar bahasa francis malam itu, nonton video national geographic bagaimana paus bisa beranak. Dan kemudian tiba-tiba dia menonton video tentang kamera dimana yang saya tau kamera yang dia miliki tidak pernah dia sentuh hampir 2 tahun ini.

Kemudian saya memberanikan diri untuk mengingatkan dia, bro tugasmu gimana untuk besok. Katanya mau ngerjain. Dan dia tidak menggubris, malah tertawa karena saat ini dia sudah beralih dan sedang nonton video buzzfeed tentang bagaimana rasanya seorang pria mengalami rasa sakit karena hamil, what the?. Dugaan saya ternyata benar, dia sudah kehilangan kesadaran, dan ntah bagaimana sisi lain dari dirinya mengambil kendali sehingga apa yang dia rencanakan sebelumnya tidak terjadi.

Setelah itu saya kembali ke kamar, mengunci kamar, dan dengan semangat dan menggebu-gebu ingin menuliskan hasil pengamatan saya ini dalam blog saya. Saat itu masih sekitar pukul 10 malam jadi saya masih punya kira-kira satu sampai dua jam untuk menuliskan hasil pengamatan itu, agar orang-orang tau. Kemudian saya menghidupkan laptop saya, membuka browser dan membuka blog saya.

Dan kemudian. Kring kring kring kring. Saya tersentak, bunyi apa itu. Saya melihat ternyata hp saya. Dan saya kaget, jam di hp saya menunjukkan pukul 5 pagi, saya seperti tidak percaya, saya kemudian segera melihat laptop saya, dan ternyata saya sedang menonton sebuah drama korea episode 11, saya buru-buru melihat blog saya, bersih putih dan kosong. Apa yang terjadi? akhirnya saya ingat dan menyadari, bahwa saya juga mengalami kehilangan kesadaran, sama seperti teman saya.

Kemudian saya segera tidur, walaupun tidak bisa langsung tidur, karena hati saya menggerutu dan menyesal kenapa saya bisa menghabiskan sekitar 6 jam lebih untuk menonton?. Saya berjanji kedepannya untuk berusaha agar tidak berubah seperti zombie. Pukul 5 sore saya bangun, karena teman sebelah saya mengetuk pintu kamar saya. Dia bercerita bahwa dia menyesal tidak mengerjakan tugasnya, karena tidak akan ada UAS dan nilai akhir mata kuliah itu hanya diambil dari tugas tersebut. Kemudian dia bertanya kenapa tadi siang saya tidak datang untuk mengikuti wawancara kerja. Kemudian saat itu tiba-tiba jantung saya berdegub kencang dan saya teringat, bahwa siang itu seharusnya saya mengikuti wawancara kerja sebuah perusahaan yang sudah saya idam-idamkan.

Tapi nasi telah menjadi bubur. Berarti saya harus memperpanjang status pengagguran saya 6 bulan lagi begitu juga dengan teman saya harus rela mendapatkan nilai yang buruk. Namun bagaimanapun tidak ada yang sia-sia, setidaknya saya tau fenomena zombie dimana manusia kehilangan kesadarannya itu. Mungkin waktu 6 bulan ini juga dapat saya gunakan untuk mencari tau lebih dalam tentang fenomena ini, dan mungkin menemukan penangkalnya yang saya harap dapat saya tulis dalam blog ini.

  • This is fiction
  • The zombie thing is procrastination