Tempat Dajjal Akan Dibunuh

Nabi Isa adalah nabi yang diutus Allah guna menyampaikan syariat kepada kaum Israil di Palestina. Beliau merupakan salah seorang nabi yang termasuk dalam jajaran Ulul Azmi. Nama beliau disebut sebanyak 25 kali di Al Quran. Saat menjalankan tugas kenabiannya, ia mendapat banyak sekali penolakan dari kaum Bani Israil.

Dalam Islam, nabi Isa diyakini mempunyai mukjizat yang sangat luar biasa yang Allah anugerahkan kepadanya. Mukjizat beliau antara lain dapat berbicara sewaktu masih bayi dalam gendongan, menghidupan burung yang terbuat dari tanah liat, menyembuhkan seseorang yang sakit lepra, menyembuhkan orang buta, membangkitkan jenazah dan meminta makanan dari surga atas permintaan kaumnya. Semua itu atas kehendak Allah SWT, Tuhan Seluruh Makhluk.

Dalam menjalankan misi kenabiannya, nabi Isa menemui banyak pertentangan dari kaumnya. Sampai pada suatu ketika, orang-orang Yahudi mencari dan ingin membunuh nabi Isa. Namun atas kehendak dan kuasa Allah, mereka gagal membunuh dan menyalibnya. Nabi Isa diselamatkan oleh Allah dengan cara diangkat ke langit kedua serta ditempatkan disuatu tempat yang hanya Allah SWT yang tahu tentang hal ini. Tentang peristiwa penyelamatan ini, tercatat dalam Al-Quran.

“Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.” [An-Nisa’ ayat 157]

“Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [QS. An-Nisa’ ayat 158]

Setelah di angkat ke langit, Nabi Isa akan turun kembali ke bumi dan akan menjalankan misinya kembali. Yaitu sebagai juru selamat yang menyelamatkan manusia dari fitnah Dajjal dan membersihkan segala penyimpangan agama, ia akan bekerjasama dengan Imam Mahdi memberantas semua musuh-musuh Allah.

Saat beliau turun ke bumi, kaum mukminin pun telah siap untuk memerangi Dajjal. Saat itu, shalat tetap ditegakkan. Isa bin Maryam pun menunaikan shalat di belakang pimpinan kaum muslimin. Ketika Dajjal mengetahui hadirnya Nabi Isa, ia melarikan diri. Lantas Nabi Isa mengejar Dajjal hingga sampai ke Baitul Maqdis dan kaum muslimin pun mengurungnya.

Maka, nabi Isa memerintahkan kaum muslimi untuk membuka pintu. Kaum muslimin melaksanakan perintah tersebut, dan ternyata di balik pintu tersebut terdapat Dajjal, lantas Dajjal pun berlari ketakutan. Kemudian nabi Isa menemukan Dajjal di Gerbang Lud, disitulah nabi Isa akan menaklukkan Dajjal dan pengikutnya dari orang-orang Yahudi.

Mengenai kisah dibunuhnya Dajjal oleh Nabi Isa disebutkan diantaranya pada 2 hadits ini.

Dari Abdullah bin Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Lalu Allah mengutus Isa bin Maryam seperti Urwah bin Mas’ud, ia mencari Dajjal dan membunuhnya. Setelah itu selama tujuh tahun, manusia tinggal dan tidak ada permusuhan di antara dua orang pun. Kemudian Allah mengirim angin sejuk dari arah Syam lalu tidak tersisa seorang yang dihatinya ada kebaikan atau keimanan seberat biji sawi pun yang tersisa kecuali mencabut nyawanya” [HR. Muslim]

Dalam riwayat Ahmad, dari Aisyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika Dajjal telah keluar dan saya masih hidup maka saya akan membela (menjaga) kalian, namun Dajjal keluar sesudahku. Sesungguhnya Rabb kalian tidaklah buta sebelah (bermata satu) dan Dajjal akan keluar di Yahudi Ashbahan hingga ia datang ke Madinah dan turun di tepinya yang mana Madinah pada waktu itu memiliki tujuh pintu. Pada setiap pintu terdapat malaikat yang menjaga, lalu akan keluar (menuju) kepada Dajjal sejelek-jelek penduduk madinah darinya hingga ke Syam tepat di kota palestina di pintu Lud.” Sesekali Abu Daud berkata, “Hingga Dajjal datang (tiba) di Palestina di pintu Lud, lalu Isa ‘alaihis salam turun dan membunuhnya, kemudian Isa ‘alaihis salam tinggal di bumi selama empat puluh tahun dan menjadi imam yang adil dan hakim yang adil.” [HR. Ahmad]

Baca juga: Ciri-ciri dan Kisah Dajjal

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.