Al Qur’an Sebagai Petunjuk Manusia


Allah subhanahu wata’ala menurunkan Al Qur’an adalah sebagai hudallinnas (petunjuk manusia). Kehadiran AL Qur’an membukan seluruh pintu hati yang tertutup, telinga yang tuli dan pandangan yang kabur.
Mukjizat Al Qur’an jika ditelaah lebih dalam tidak pernah habis untuk dibahas dan dibuktikan secara ilmiah. Dan begitu juga halnya, seluruh pakar sains telah mengakui keajaiban yang dimiliki oleh Al Qur’an.
artikel terkait : 5 keutamaan membaca Al Qur’an
Mentadabburi Al Qur’an dan mendalami makna yang terkandung di dalamnya akan menghasilkan ilmu yang bermanfaat. Dengan mempelajarinya dan memahami maknanya akan dapat membedakan antara yang hak dan bathil, orang beriman dengan orang kafir, kebahagian yang hakiki dan semu dan juga calon penghuni surga dan calon penghuni neraka. Oleh karena itulah Allah Azza wa Jalla memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk mentadabburi ayat-ayat-Nya. Dia Azza wa Jalla berfirman:
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya orang-orang yang mempunyai fikiran mendapat pelajaran. [Shâd/38:29]
Imam Ibnu Jarîr ath-Thabari rahimahullah berkata, “Allah Azza wa Jalla berkata kepada Nabi-Nya (Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam), ‘Al-Qur’ân ini ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, wahai Muhammad, penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya, agar mereka memperhatikan hujjah-hujjah Allah Azza wa Jalla serta syari’at-syari’at yang ditetapkan di dalamnya, kemudian mereka mendapat pelajaran dan mengamalkannya’”. [Tafsîr ath-Thabari, 21/190]
Sehingga dari itu wahai saudara-saudariku, janganlah sampai hatimu ditutup ataupun dibutakan Allah karena tidak dekat dengan Al Qur’an. Ketahuilah, sesungguhnya seorang yang berakal lagi cerdas itu tidak akan peduli terhadap kritikan orang-orang gila. Maka majulah menuju kitabullah, bacalah, pahamilah dengan bimbingan para Ulama Ahlus Sunnah.
Dan juga dalam mentadabburi Al Qur’an agar kiranya tidak mengabaikan adab membaca al quran karena jika kita mengabaikannya sungguh kita akan sulit memahami kandungan yang terdapat di dalamnya.
Jangan pernah bosan mendalaminya, mengikuti halaqah-halaqah yang membahas tafsir Al Qur’an. Semoga Allah subhanahu wata’ala mengantarkan kita ke jannah-Nya. Amiin ya rabbal’alamin.