INI RAHASIA

Pagi kala matahari sudah menampakan kilaunya, raum hadirmu belum tampak. Sembariku pijat badan ponselku, bersamaan aku sandarkan punggungku dalam sejuknya tubuh sang dinding. Dari sini aku tak dapat rasakan hangatnya pelukan pagi. Namun menyenangkan mendapatkan teduh matamu dalam jarak dan kau tidak perlu tahu. Biar aku tahu sedikit kau. Kapan kau datang?

Titik dua diantara angka 09 dan 30 ponselku menjawab. Kau datang. Aku tetap pada posisiku. Sejuk terasa sudah di dua sisi yaitu punggung dan dadaku. Tak tahan menahan bibirku melebar kesamping dengan mata menatap teduh yang ku tatap. Matamu. Dari kejauhan. Ekspresiku tidak karuan.

Biar aku tahu sedikit kau pagi itu.

Langkahmu unik.

Tampilanmu lucuk.

Parasmu manis.

Biar aku bertanya, kapan kau akan temukanku dipersembunyianku dengan wajah tolol yang dibuat karena pesona anehmu itu? ayolah tarik aku. Bangku disana kosong dan sangat rindang. Kita duduk disana. Ceritakan sedikit lebih banyak keunikanmu, lucukmu, dan yang manis lainnya tentang mu atau anehmu. Bebas. Tapi…

Lagi-lagi jarak ini membuatku nyaman. Lagi-lagi biarkan aku sedikit tahu kau tanpa harus kau tahu.

_______

Ini tulisan pertama saya setelah tiga minggu bergabung dengan medium. Bingung mau menulis apa, karena pada dasarnya enggan dan susah untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran saya. Lebih suka tahu mereka, dibandingkan mereka tahu saya, simpelnya seperti ini. Atau, bisa jadi ini salah satu cara untuk mengolah ekspresi saya atau yang saya pikirkan lewat menulis. Setelah dicoba, menulis itu ga mudah, jadinya memilih untuk membaca saja. :)

Salam.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.