Tremor

Lubang kecil diantara dua bingkai foto di rumah tua. Cahaya menerobos dan membuat lingkaran pada tembok disebrangnya.

Dapatkah kau lihat?. Cahayanya bagaikan sinar pada proyektor kuno yang sedang memutarkan film berkisah sepasang manusia.

Tidakkah kau dengar?. Degup lainnya terdengar dibalik lubang ditandai getaran bingkai sesekali.

Sekejap lantunan irama konsisten dalam dada perlahan cepat. Semakin cepat. Sangat cepat. Lalu mengayun langkah kecil mendekati cahaya, memasuki cahaya, sampai mata menutup cahaya.

Benar-benar disaksikan. Jelas diperhatikan. Sangat teliti, tak terlewatkan.

Sesak. Tubuh gemetar. Mata tak kedip. Kaki Kaku.

Tidakkah kau mengerti?.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Mutiara Arbaita A’s story.