LGS Season 6 Preview (3/10) : Zero Latitude!

ZL

  • Luffy — Top
  • Hachiman — Jungler
  • Pokka — Mid
  • Jasper — ADC
  • Kaixa — Support
  • Nayr — ADC
  • Hocuspocus — Support

Semifinalis LGS Season 5, Zero Latitude, hadir kembali di LGS Season 6.

Mengalami penurunan performa yang cukup drastis di beberapa minggu terakhir di LGS Season 5, terlihat issue internal cukup mempengaruhi kondisi ZL saat itu.

Terhenti langkahnya dengan kekalahan yang cukup telak dari Kanaya Gaming, sempat menjadi pertanyaan bagi kelanjutan dari team ZL, terutama saat itu terdengar perdebatan yang cukup sengit antara member ZL.

Kehadiran Luffy, Nayr dan Hocus tentunya membawa harapan baru bagi ZL menatap Season 6. Dengan stabilnya permainan Luffy di toplane, ZL juga merotasi Jasper ke posisi ADC untuk menjadi backup dari Nayr.

Dengan banyaknya anggota baru, tentunya gaya main ZL akan banyak berubah dari Season 5.

Toplane dan Botlane membawa champion pool yang lebih luas untuk tim ZL. Agresifitas Nayr di Botlane di imbangin dengan champion seperti Rumble dan Lissandra yang senang dimainkan Luffy.

Hal ini memungkinkan Hachiman, yang memiliki sinergi baik dengan Pokka di Season 5, untuk dapat memfokuskan waktu untuk menjaga Pokka.

Salah satu awal penurunan performa ZL di Season 5 adalah mudahnya melakukan target banning terhadap champion andalan ZL, terutama Tristana. Selain itu, comfort pick dari Pokka juga seringkali menjadi incaran.

Hal tersebut dapat berubah di Season 6, mengingat Nayr dan Luffy juga memiliki beberapa comfort pick yang tentunya semuanya tidak dapat di ban pada sesi drafting.

Hadirnya Luffy juga membawa kemampuan shotcalling dan pemahaman game ke team ZL, pemain dengan champion signature Rumble ini memang lebih memposisikan diri sebagai Toplane yang memiliki impact tinggi di teamfight, memungkinkan ZL untuk memilih fight sesuai dengan cooldown ability dari champion milik Luffy.

Kelemahan ZL akan lebih terletak di bagaimana mereka menemukan chemistry untuk roster barunya. Serta, cobaan bagi team ZL kali ini adalah bagaimana menghadapi penurunan performa dalam tim, hal yang gagal di tangani oleh team ZL sebelumnya di Season 5, dimana mereka gagal untuk recover dari runtutan performa buruk dan akhirnya hanya menjadi Semifinalis Season 5.

Konsistensi Nayr juga hal yang perlu di waspadai, pemain yang juga sangat berbakat di game fps ini harus dapat konsisten membela ZL. Meskipun dengan botlane Jasper Kaixa yang siap menjadi backup plan team ZL, tentunya perbedaan agresifitas dari Nayr dan Jasper dapat mempengaruhi ritme dan pattern dari team ZL.

Secara garis besar, lineup ZL tampak menjanjikan di LGS Season 6, tetapi akan menarik untuk melihat mereka menghadapi permasalahan yang pasti akan terjadi dalam perjalanan satu musim LGS.

Penasaran dengan performa lineup baru ZL ? Saksikan LGS Season 6, setiap hari Sabtu, mulai pukul 14.00 WIB hanya di Youtube livestream League of Legends Garena Indonesia!

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Tribekti Nasima’s story.