Kultur Parasit dalam Parasite

Sumber: variety.com

Beribu tahun silam leluhur suatu kelompok masyarakat dengan “cerdas” merumuskan sesuatu yang mengakibatkan kita pada hari ini harus hidup terkotak-kotak dalam suatu kelas. Imperium dan kekuatan finansial merupakan sumber yang menempatkan manusia modern tersekat-sekat dan dibagi dalam piramida kelas.

Lapisan paling atas adalah kelompok yang jumlahnya relatif sedikit dengan privilege hampir tidak terbatas; sementara piramida paling dasar adalah kelas ekonomi lemah, tidak memiliki banyak privilege, dan -tentu saja- jumlahnya 3 atau 4 kali lipat dibanding yang ada di pucuk piramida.

Sepanjang sejarah bercerita konflik antar-kelas telah berlangsung sangat lama. Dari gesekan-gesekan itu kita lalu mengenal ideologi kapitalisme, marxisme, atau sosialisme dengan banyak cabang dan alirannya. Sampai hari ini, semangat mengkritik kesenjangan kelas (ekonomi) masih lantang bersuara. Tersirat maupun tersurat dalam berbagai medium: demonstrasi, pawai, musik, sastra. Tak terkecuali film.

Parasite adalah sebuah film Korea Selatan yang mencuri perhatian karena memenangkan Palme d’Or (2019), sebuah penghargaan prestisius dunia sinema dalam tradisi Festival Film Cannes, adalah contoh bagaimana ketimpangan kelas digambarkan secara konkrit, sarkas, sekaligus tragis.

Film garapan sutradara Bong Joon-ho ini menceritakan kehidupan keluarga Ki-taek yang melarat, tinggal di rumah sub-basement kumuh (toilet keluarga Ki-taek bahkan tidak sejajar dengan lantai dan pemandangan jendela depan rumahnya berbatasan langsung dengan jalan gang), serta hidup dari upah kecil sebagai pengepak kotak pizza.

Dengan ekonomi yang serba pas-pasan keberuntungan keluarga Ki-taek seolah akan mengalami perubahan ketika putra mereka, Ki-woo, diminta oleh kawannya menggantikan posisinya sebagai tutor Bahasa Inggris Da-hye. Putri jelita seorang pengusaha teknologi informasi kaya raya, Tuan Park.

Iming-iming upah besar membuat Ki-woo nekat menyanggupi permintaan itu. Dengan bantuan adiknya yang berbakat seni photoshop, Ki-woo yang bahkan belum lulus perguruan tinggi itu memalsukan ijazahnya dan membuat identitas baru sebagai seorang tutor Bahasa Inggris lulusan universitas ternama bernama Kevin.

Sebagai seorang Kevin yang dari luar terlihat terdidik, Ki-woo ternyata diterima dengan mudah oleh Nyonya Park yang lugu, dramatik, dan penggemar Amerika. Bahkan Ki-woo akhirnya jatuh cinta pada Da-hye. Melihat adanya peluang dan kenaifan Nyonya Park, Ki-woo membujuk si nyonya rumah untuk mencari tambahan seorang guru seni bagi Da-song, anak bungsu keluarga Park.

Dengan cerdik Ki-woo merekomendasikan Nyonya Park mempekerjakan kenalannya yang bernama Jessica. Jessica adalah lulusan fakultas seni sebuah universitas di Illinois. Jessica tentu saja adalah nama samaran yang dirancang untuk adiknya sendiri, Ki-jung.

Melalui serangkaian tipu muslihat dua bersaudara Ki-woo dan Ki-jung setahap demi setahap berhasil memasukkan ayah dan ibu mereka ke lingkungan keluarga Park yang nyaman. Ki-taek menjadi supir Mercedes Tuan Park, sementara si ibu, Chung-sook, menjadi pengurus rumah mewah menggantikan pengurus lama, Bibi Moon-gwang, yang mereka singkirkan secara rapi dengan bersekongkol mencurigai Moon-gwang menderita TBC kronis.

Keluarga Park tidak pernah menyadari bahwa tutor, supir, dan pengurus rumah mereka adalah satu keluarga. Sandiwara itu terus berlanjut sampai akhirnya pada suatu hari Moon-gwang berkunjung untuk mengambil barang di basement. Chung-sook yang tak mau penyamaran keluarganya terbongkar membuntuti Moon-gwang turun ke basement rahasia rumah mewah itu.

Di lorong bawah tanah Chung-sook terkejut saat mendapati Moon-gwang bersama pria kumuh dan kelaparan yang diam-diam ia sembunyikan di bawah tanah selama bekerja di sana: suaminya. Baik keluarga Ki-taek maupun Moon-gwang telah dengan lihai menjadi parasit yang menghisap kemewahan inang keluarga Park.

Tetapi, apakah memang demikian? Benarkah golongan ekonomi lemah selamanya adalah parasit akut?

Penggambaran kelas dalam Parasite terlihat sangat gamblang. Keluarga Park adalah kelas menengah atas yang berada di puncak piramida. Tidak khawatir urusan finansial dan banjir di perumahan. Sementara Ki-taek dan Moon-gwang kebalikannya. Konsep kelas mengguratkan garis batas imajiner bahwa pada titik tertentu nilai seorang manusia dapat diukur dari seberapa mewah rumahmu, mobil baru apa yang ingin kamu parkir di garasi, wine yang kamu beli untuk ulang tahun anak kecilmu, bahkan betapa berbedanya aroma tubuhmu.

Garis imajiner itu tak bisa ditembus dengan sandiwara paling cerdik sekalipun. Permainan penuh rahasia keluarga Ki-taek dan Moon-gwang tidak bisa selamanya menolong mereka. Walaupun untuk sesaat keduanya merasa “memiliki” rumah mewah Park. Perbedaan kelas pun memberi justifikasi Tuan dan Nyonya Park jijik terhadap bau tubuh Ki-taek. Rasisme ekonomi membuat mereka mengolok celana dalam murah Ki-jung.

Kelurga Park sebagai gambaran kekuatan ekonomi yang hidup serba nyaman tidak menyadari “kekacauan” ekonomi di basement rumah sendiri tempat Moon-gwang menyelundupkan suaminya. Sebagai sebuah metafora peran keluarga Park seperti negara dengan kekuatan ekonomi mumpuni tetapi tidak menyadari di dalam negaranya sendiri tumbuh kemiskinan yang demikian akut.

Sekeras apapun Ki-taek dan anak-istrinya bekerja mereka tak akan sampai pada pucuk piramida. Kemiskinan mereka telah terstruktur. Kurang bahkan tidak adanya persamaan kesempatan berusaha, akses pendidikan yang terbatas, dan sistem ekonomi yang culas adalah penyebab yang dikondisikan sedemikian rupa oleh sekelompok golongan dan telah teruji ribuan tahun membentuk sistem kelas yang bertahan hingga kini.

Sumber: Flickr

Kapitalisme sering dituduh menjadi biang keladi ketimpangan kelas. Mungkin saja benar. Namun apakah cita-cita yang ditawarkan katakanlah oleh sosialis/komunisme atau idoelogi lain merupakan obat penawar?

Nyatanya tidak demikian. Belajar dari dua kekuatan adidaya, pemerintahan negara sebagai organisasi paling berkuasa tetap melakukan penyimpangan-penyimpangan. Apapun ideologi yang kita anut.

Parasit yang mengancam masyarakat bukanlah statistik angka pengangguran. Bukan juga para penipu semacam Ki-taek yang rentan bersinggungan dengan kriminalitas. Parasit yang sebenarnya tumbuh adalah tidak meratanya kesempatan. Fanatisme buta terhadap golongan yang terlihat progresif, tetapi ternyata sengaja membiarkan masyarakat tetap merunduk di piramida terbawah untuk melanggengkan relasi kuasanya.

Kultur menjadikan kelompok ekonomi lemah sebagai parasit, kambing hitam permasalahan sosial, semata-mata hanya dilihat karena golongan ini yang paling “rajin” terlihat di acara berita kriminal tv atau halaman koran kuning. Tidak pernah bahwa parasit dilihat dari kaca mata sebaliknya. Mungkin saja bagi kaum papa seperti Ki-taek justru keluarga Park-lah sumber parasit itu.

Ki-taek hanya ingin keluarganya bahagia. Moon-gwang ingin berbakti dengan mengurus suaminya yang mungkin memiliki masalah kejiwaan. Mereka bukan parasit. Mereka adalah produk eksperimen masa lampau dimana kesempatan dan modal hanya dimiliki oleh segelintir orang. Seiring sejarah bergulir generasi mereka tak beranjak dari struktur terbawah piramida.

Orang-orang seperti Ki-taek dan Moon-gwang ada banyak sekali di sekitar kita. Orang-orang sederhana di pedesaan. Masyarakat bantaran kali di pinggiran kota besar. Pada dasarnya mereka orang-orang baik. Bukan penipu. Karena bila mereka menipu maka korban pertama penipuan itu adalah diri mereka sendiri. Orang-orang seperti itu lebih solider, akrab, dan mengenal satu sama lain.

Di tengah arus industri yang hampir tidak lagi menggunakan manusia sebagai operatornya orang-orang itu tetap bermimpi suatu hari akan ada kesempatan untuk hidup lebih baik dari kemarin.

Written by

Books, Movies, and Laugh. That's All.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade