Tarot & Critical Thinking

Sebelumnya saya mohon maaf kalau ada beberapa akun di Facebook yang saya hapus dari pertemanan. Selain karena mengganggu, komunikasi juga tidak kunjung membaik. Setelah saya cek ternyata akun-akun Facebook mereka palsu.

Kembali ke Tarot.

Tarot tidak sama dengan sihir. Tarot lebih kepada critical thinking. Dengan critical thinking kita bisa menyelesaikan suatu permasalahan yang sedang dihadapi dengan membaca representasi kartu yang ditebar. Kemamapuan intuisi juga merupakan faktor dasar dalam membaca Tarot. Dan semua orang punya kemampuan intuisi. Intuisi bukanlah sesuatu yang harus dicari. Bakat intuisi sudah tertanam sejak kita kecil. Anda bisa mengasah kemampuan intuisi yang anda punya dengan cara meditasi.

Sebagai pembaca Tarot, tentulah menguras energi yang tidak sedikit. Sebab dalam pola critical thinking menuntut untuk menggunakan intuisi sekaligus juga mind, sesuatu yang harus dilampaui oleh para meditator. Padahal, mind bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Kita berpikir, maka kita ada. Tanpa berpikir sangatlah mustahil manusia untuk bisa hidup. Mind masih diperlukan terutama jika anda membacakan kartu Tarot untuk orang lain. Terlebih jika anda tidak kenal dengannya. Mind diperlukan sebatas untuk memahami keadaan klien. Kemudian anda dapat merangkum semuanya dan menentukan apa yang terbaik untuk disampaikan kepada klien.

Sebelum anda membacakan Tarot untuk orang lain, biasakan terlebih dahulu membaca Tarot untuk anda sendiri setiap hari. Anda akan menemukan bahwa Tarot mempunyai nilai-nilai lebih dari sekadar seni esoterik biasa. Melalui kartu Tarot, anda membuka diri untuk memahami dengan sejujurnya tentang keadaan dan sikon yang tengah dihadapi.