Dari Sorbonne hingga Manchester!

Seri 0004.

Billy PN
Billy PN
Nov 8 · 2 min read

Romantisme saya dengan LPDP:

Seri 2/2: Dari Sorbonne hingga Manchester!
ㅤㅤㅤㅤ
- 2009
Kali pertama, dimensi mimpiku diketuk untuk sekolah di Luar Negeri adalah saat Julian Balia menuliskan kata Universite Paris Sorbonne pada papan tulis di SMA Negeri Manggar. Ingusan sekali saat itu, peralihan dari SMP ke SMA, kuberanikan untuk menjelajah melalui Google tentang Universitas ini. Satu yang kutahu bahwa Universitas ini ada di Paris, sebuah fantasi yang datang bahwa negeri mode pun menjadi Jujugan pelancong ilmu bersandar. Ok, dengan pedenya aku bilang: "Aku akan ke Sorbonne! Atau dimana pun di dunia ini selain di Indonesia suatu hari nanti untuk menuntut Ilmu.”
ㅤㅤㅤㅤ
- 2015
Selepas datang di acara LPDP Awardee East Java di Garuda Mukti, selepas aku mengutarakan bahwa aku ingin melanjutkan ke Birmingham, aku goyah. Ternyata, ada jurusan yang sama di Universitas lain di kota lain. Masih di Britania raya, Manchester tepatnya. Dengan segala nama besarnya sebagai kota yang memiliki dua klub sepakbola yang digandrungi sejagad raya, aku banting setir disana. Setiap orang yang kutemui, yang bertanya hendak kemana untuk studi lanjut, selalu kujawab: Manchester!. Sampai-sampai Pak Noven sangat baik mendorongku untuk bertemu dengan kolega beliau yang mengambil studi doktoral di Alliance Manchester Business School, Dr Ersa. Sekadar untuk bertanya bagaimana school ambiance disana dan bagaimana hidup disana. Bersyukur sekali bertemu dengan beliau meski hanya saat perjalanan dari Gubeng ke Juanda. Riset lebih jauh tentang jurusan itu, ternyata ada satu orang Indonesia yang menjadi Pembesar di Kelompok Studi Inovasi di UoM, dan baru aku tahu bahwa beliau menjadi Kepala Deputi II Kantor Staf Presiden (2015-2019). Semakin Gandrung saja saya dengan beliau, studi Inovasi, dan UoM.
ㅤㅤㅤㅤ
- 2019
Oktober 2019 tepatnya, Allah Maha Baik pada hambaNya. Aku dipertemukan dengan penulis buku yang akhirnya divisualisasikan dalam film yang mengangkat Julian Balia sebagai tokohnya, Bang Andrea Hirata, dalam Sang Pemimpi.
ㅤㅤㅤㅤ
Apa yang kulakukan?
Diam. Menikmati setiap kata yang diproduksi, menikmati ide yang dikreasi. Sampai akhir pun, aku tetap diam. Menikmati setiap jengkal romantisme yang akhirnya menghubungkan diriku, Julian Balia, Sorbonne, dan Bang Andrea Hirata.
ㅤㅤㅤㅤ
Oktober 2019 tepatnya, Allah Maha Baik pada hambaNya. Aku dipertemukan dengan Pembesar di Kelompok Riset Studi Inovasi UoM, Pak Yanuar Nugroho.
ㅤㅤㅤㅤ
Apa yang kulakukan?
Diam. Menikmati setiap pita-pita yang direkam, mengagumi setiap kontribusi yang berarti bagi negeri. Menikmati koneksi inti mimpi Manchester yang terwujud indah mengiringi.
ㅤㅤㅤㅤ
Terima kasih LPDP. Setiap sel yang ada di LPDP. Setiap inisiasi yang telah, sedang, dan akan terwujud. Ada satu anak negeri yang terinspirasi sampai mati atas semua ini. Semoga selalu membawa berkah bagi semua. Sehat dan Bahagia.

Lalu, bagaimana Sorbonne dan Manchester? Mungkin di masa mendatang. Atau mungkin anak dan turunan yang akan melangkah kesana. Wallahu a’lam bis shawab.

    Billy PN

    Written by

    Billy PN

    Mensch Wanna-be.

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade