The Saints tidak pernah berhenti menelurkan pemain-pemain bertalenta

Southampton, Si Penghasil Wonder Kid!

Sepak bola tidak terlepas dengan Negara Inggris. Banyak yang mengklaim jika negara tersebut merupakan tempat lahirnya sepak bola modern. Di negara tersebut, sepak bola berkembang dengan pesat dan semakin meninggalkan negara-negara lain seperti, Spanyol, Perancis, Italia, Jerman, dan negara-negara lainnya. Liga Inggris atau terkenal dengan nama England Premier League menjadi kawah candradimuka bagi para pecinta sepak bola di Eropa maupun dunia, termasuk negara Indonesia.

Di Inggris terdapat klub-klub teras atas yang memiliki segudang prestasi, jutaan fans dan suporter, serta nilai komersial yang tinggi di Eropa maupun dunia. Klub-klub tradisional seperti Manchester United, Liverpool, Chelsea, dan Arsenal namanya telah melalangbuana di dunia. Selain itu, terdapat klub-klub yang mulai menancapkan kuku dan menyaingi klub-klub tradisional seperti Manchester City, Tottenham Hotspur, hingga Everton. Namun, sekarang muncul nama baru yang tengah naik daun yaitu Southampton.

Nama Southampton mungkin masih jarang diketahui oleh para pecinta sepak bola, apalagi masyarakat yang awam terhadap dunia sepak bola. Prestasi Southampton tidak sebanyak Manchester United, Liverpool, maupun Arsenal. Finansialnya pun tidak sekuat Manchester City dan Chelsea. Atau jika dibandingkan dengan klub kuda hitam lainnya seperti Tottenham Hotspur, Everton, atau Newcastle United, nama Southampton masih kalah. Namun, Southampton memiliki kesetaraan atau kelebihan dibandingkan klub-klub lainnya yaitu memiliki akademi yang selalu menghasilkan pemain-pemain muda berbakat.

Sudah sejak lama Southampton terkenal sebagai penghasil pemain muda berbakat dan lantas menjadi pemain terkenal. Dalam sejarahnya, bukti paling tua adalah Terry Paine. Mantan pemain timnas Inggris pada tahun 1963 hingga 1966 merupakan akademi Southampton. Selama karirnya bersama Southampton selama 17 tahun, ia tampil gemilang di 713 pertandingan liga dan mencetak 160 gol, jumlah gol yang membuatnya duduk di peringkat tiga pencetak gol terbanyak Southampton sepanjang masa. Karir Paine di timnas Inggris pun dapat dibilang lumayan bersinar. Paine juga termasuk ke dalam skuat Inggris yang memenangi Piala Dunia tahun 1966, meskipun ia tidak bermain di pertandingan final.

Lalu di era 1980-an dan 1990-an terdapat dua nama yang muncul yakni Matthew Le Tissier dan Alan Shearer. Nama pertama mungkin lebih dikenal oleh fans Southampton. Lulus dari akademi The Saints, pemain kelahiran Guernsey ini memperkuat Southampton dari tahun 1986 hingga 2002. Dan, dengan 161 gol, Le Tissier menduduki peringkat kedua pencetak gol terbanyak Southampton. Selama karirnya ia juga dikenal sebagai eksekutor penalti handal, berhasil mengeksekusi 47 dari 48 penalti yang ia hadapi. Le Tissier pun menjadi bagian dari timnas Inggris di Piala Dunia 1998. Selanjutnya, Alan Shearer yang dikenal oleh publik Inggris sebagai legenda dan striker haus gol. Penyerang timnas Inggris ini memang lebih dikenal kala ia membela Newcastle United, namun Shearer sejatinya merupakan hasil dari didikan akademi Southampton. Sebelum terkenal di Newcastle, nama Shearer pun mencuat kala memperkuat Blackburn Rovers dan membawa klub tersebut juara Liga Inggris. Selama karirnya di Liga Inggris, Alan Shearer telah beberapa kali dinobatkan menjadi pemain terbaik dan penyandang gelar topskor. Karir Shearer pun di timnas bisa dibilang sebanding dengan karir klubnya. Ia membela timnas Inggris dari tahun 1992 hingga 2000. Turnamen terakhirnya bersama The Three Lions adalah Euro 2000.

Di tahun 2000-an menjadi era kesuksesan akademi Southampton sebagai penghasil wonder kid. Mulai dari nama Kevin Phillips, Theo Walcott, hingga pemain termahal di dunia yakni Gareth Bale. Nama terakhir dalam bias jadi merupakan pemain tersukses yang dihasilkan akademi The Saints. Selain pernah menjadi pemain yang hampir menanggung seluruh beban tim Tottenham Hotspurs, kini Bale sudah memecahkan rekor transfer dunia saat pindah ke Real Madrid dengan banderol 85 juta poundsterling. Memasuki dekade baru, muncul nama-nama wonder kid asal akademi Southampton yang membuat The Saint semakin terkenal sebagai penghasil pemain muda berbakat. Mulai dari Alex Oxlaide-Chamberlain, Luke Shaw, Adam Lallana, Chalum Chambers hingga yang terbaru yakni James Ward-Prowse. Adapun sisi unik dari akademi The Saint akhir-akhir ini, yakni menghasilkan pemain-pemain berkecepatan tinggi seperti, Gareth Bale, Theo Walcott, Alex Oxlade-Chamberlain, hingga Luke Shaw.

Saat ini, keunggulan akademi the Saints dapat dilihat dengan tiga faktor penting yang bekerjasama membentuk sebuah proses pembinaan yang utuh. Yang pertama, The Saints Academy memiliki jajaran pelatih yang berkualitas. Kedua, mereka memiliki falsafah dan kurikulum pembinaan yang bagus. Faktor ketiga adalah Paul Mitchell. Berfungsi sebagai Head Scout, Mitchell memiliki keahlian dalam hal pemilihan talenta. Kedepannya Southampton diprediksi dapat menyaingi akademi-akademi kenamaan dunia seperti La Masia di Barcelona dan Jong milik Ajax Amsterdam.

Sumber gambar: http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/03208/saido-mane_3208051b.jpg

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.