Batas cerita, untuk merelakan
membuka pintu, tanda pisah,
mempersilakan rasa, membiarkannya patah.
Sebuah penerimaan katanya tidak akan meninggalkan benci,
pada angin sekalipun.

Percayalah,
semuanya sepadan, karena singgahnya tuan.
Tak apa, kelak insan belajar arti penerimaan.

Biar waktu yang menyusun kembali yang patah,
menerima, kemudian lekas sembuh

dan tumbuh.

Allah selalu punya kejutan untuk mahkluknya.
Saya yang berdoa untuk ditunjukkan yang terbaik,
syukur dipertemukan,
kalau nggak, jawaban Allah ; bukan yang terbaik.
— konklusi saya demikian.

Realitanya, pada saat itu, Allah mempertemukan,
di sudut kota Jogja, makan malam pinggir jalan, bercengkrama menjelma
insan yang sudah lama tidak bersua,
senang bukan kepalang, tapi bingung tak terbendung.
Ini sebuah jawaban doaku, atau Allah yang pada saat itu hanya memberi setitik kebahagiaan untukku yang murung kalbunya?

Namun, kalau yang kedua pun tak apa, setidaknya Jogja menjadi saksi,
ada seseorang,
yang (pernah) aku doakan di dua pertiga malamku,
bahwa dirinya pernah singgah,
walau diriku tidak dijadikannya rumah.

Now playing : Sesuatu di Jogja — Adhitia Sofyan

Patah

bukan seberapa jauh kau melangkah

tapi sebuah alasan untuk mengalah

karena ego yang marah,

akan hati yang patah.

ia harus ikhlas

menerima porak poranda rasa yang terhempas,

melebur bersama angin, tersesat,

hilang arah.

Yogyakarta, 19–02–19, dari hati yang patah.

Kalimat akan salah arti,
keliru persepsi, jika tidak ada koma yang menyisipi,
Lelahnya kamu, rasanya berarti
apabila kita rehat, jeda sejenak untuk sama-sama diskusi,
untuk sama-sama menggali,
hal apa yang membuat letih, lalu kita tapis,
biar ia meluruh pergi.

Aku percaya, karena jeda kelak akan saling memahami,
walau memang tak pasti,
tapi,

mari jeda dulu sebentar, nanti lanjut lagi.

Pernah pada suatu pagi, aku berharap sesuatu yang baik kepada Allah
lalu dikabulkan-Nya harapanku.
Pernah pada suatu malam, aku meminta dijauhkan dari bahaya,
di jauhkanlah aku oleh-Nya.
Pernah di suatu tempat yang asing bagiku, berdoalah aku agar dilindungi oleh-Nya, dikabulakan pula doaku.
prasangka baik kepada-Nya lah menjadi titik pacuku,
Allah memanjakanku dengan begitu banyak nikmat yang…

wanita ini terlalu gila untuk menjelaskan segalanya;
tentang rasa,
pikiran,
maupun ocehan tidak berisinya.
di suatu malam,
semuanya terhempas, lebur — lalu hancur
orang bilang itu takdir.
sebuah pelajaran yang bisa diambil dari sebuah kebodohan wanita itu;
tidak segalanya perlu dijelaskan,

“some things are better left unsaid”

ada baiknya disimpan, dikunci, rapat.
biar dengan sendirinya, tuan sadar.

Thankful

My feeling for you not just a glimpse.
its real,
its exist,
it was a gift
that I always
taking care of,
flushing off,
giving all of my hopes.
For hundreds times,
I am thankful
for sweets and bitters.
you were there,
being a precious part of my life.

teruntuk kamu,

sebuah ketidakmungkinan, yang selalu aku semogakan,

baik-baik ya di perantauan.

-grateful-

she never expected this before

met him in the crowded of people

then,

with an eye ask him to stay forever.

she never expected this before

met him when her life was fucked up

let him touch her heart

didn’t think twice,

completely, ask his shoulder

to be there forever.

let me tell you about this girl,

she is still messy and worried

but fortunately,

feeling so grateful

to have him completely sketch her life, wonderful.

Putri Windiana Rahman

even a fallen stars still shines - a medical student - living her life to the fullest

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store