Jakarta.
Nov 3 · 1 min read
Pukul enambelas lebih limapuluh di Senayan.
Nampak dua sarjana bersungut-sungut karena letihnya membawa tangan kosong dari Cibubur.
Begini rasanya mencari kerja.
Oh pengangguran.
Begini rasanya saat hati hancur karena ibu menelpon.
“Bagaimana nak, sudah berapa lamaran tembus?”
“Kapan bisa bantu bayar tagihan?”
Jakarta,
Izinkan kami untuk kau tempa.
