Kotak Teh pada Kaleng Gula
Pagi, kaleng gula. Kaleng gula tampan berwarna merah dengan ornamen emas melingkar di bagian tutup dan kakinya. Bagaimana semalam? Tidurmu nyenyak? Aku tak bisa tidur nyaman semalam. Seekor cicak memandangiku dari pojok lemari. Iya, betul disana. Aku terbangun dan sulit tidur lagi karena ketakutan.
Aku jadi teringat malam itu, waktu kita dibawa bersama dalam kerangjang piknik. Aku melihatmu lelap begitu dalam. Selalu begitu, ya,kamu? Tidur begitu pulas. Aku bersumpah, Kaleng, waktu itu aku bisa melihat bintang-bintang berhambur di balik badanmu, seolah menari dan mengantarmu tidur lebih dalam lagi. Indah. Kali malam itu, aku jatuh cinta. Padamu. Yang sebongkah kaleng. Kaleng Gula.
Kusimpan saja rasaku, kaleng. Aneh sekali rasanya jika orang tahu bahwa kotak seperti aku, memiliki perasaan unik pada kaleng sepertimu. Belum lagi keadaanmu, kamu sudah hadir berpasangan dari awal.
Kaleng gula sepertimu, memang hanya pantas dengan kaleng kopi seperti dia. Kamu kaleng yang kokoh. Yang manusia terus jaga. Berharga. Pun kaleng kopi. Kalian sama indahnya. Begitu cocok, rupawan. Saling melengkapi.
Aku? Hanyalah kotak. Sehabisnya kantong-kantong teh yang kubawa, aku akan ditekuk, diremuk, dan lalu dilempar ke tempat sampah. Dasarnya, aku adalah sampah.
Maka, Kaleng Gula, sudah kuputuskan waktu itu. Tak akan aku menyatakan hati padamu. Karena mustahil. Karena tidak mungkin. Tidak bisa.
Tapi ternyata, kala ajal semakin dekat, semakin pula lah pikirku beraral. Ada temali kusut yang muncul tiap kali aku memandangmu. Umurku, aku tau, tak panjang lagi. Semakin aku yakin umurku semakin pendek, semakin pula aku ingin menyampaikan perasaanku padamu. Aku, kotak teh, mencintaimu, kaleng gula, dan mengikhlaskanmu untuk mempermanis hidup dari kaleng kopi selama kalian mampu.
Kaleng Gula, sungguh, tidak perlu kau bingung!
Tak sekalipun aku menuntut jawaban. Apalagi untuk rasamu, aku tak menuntut perasaan hatimu. Tak perlu kamu katakan sekatapun pada aku.
Kaleng Gula, sungguh, tak perlu kuatir akan aku!
Karena aku tau, kamu akan ada begitu lama di dunia. Aku tenang, saat tau kau aman. Saat tau, kau akan baik-baik saja.
