Adik Kesayangan Mas Moek

Hari ini Mas Moek terlihat lebih sibuk dari biasanya.

Tak seperti kemarin-kemarin ketika ia biasa menikmati kopi pagi dan sigaret hanya seorang diri, pagi ini ia menyiapkan dua gelas kopi hitam lengkap dengan kretek yang ia linting sendiri.

Sedari pagi ia sudah bersiap di pelataran surga. Ia mendengar kabar dari Tuhan bahwa adik kesayangannya hari ini akan datang. Mas Moek sudah tidak sabar.

Setelah menunggu cukup lama, sekitar jam 8 lebih sesosok pria dengan setelan kemeja putih dan celana kain terlihat dari kejauhan. Pria dengan senyum ramah yang selalu terpasang di wajah itu pun melambaikan tangannya. Mas Moek pun tersenyum lebar ketika ia sadar bahwa pria yang melambaikan tangan itu tidak lain adalah adik kesayangannya yang beberapa tahun ini sudah lama tak berjumpa.

“Bagaimana kabarmu?”, Mas Moek bertanya sambil menjabat tangan pria yang hari ini resmi menjadi salah satu penduduk surga.

“Lebih baik dari kemarin..”, jawab pria itu sambil tersenyum.

“Ayo masuk. Sudah kubuatkan kopi tadi”, ajak Mas Moek.

Dan kedua pria itu pun segera masuk. Menikmati perbincangan pagi mereka setelah sekian lama tak berjumpa. Perbincagan di keabadian.
Ya, pria dengan senyum penuh keramahan itu adalah Pak Koesalah Soebagyo Toer yang pagi ini telah berpulang di usia beliau yang ke-81. Di salah satu rumahsakit di Depok.

Selamat jalan, Bung. Alfatihah..