Ngobrolin Cawan Menstruasi Yuk

Halo teman-teman, kali ini saya mau membahas dan berbagi informasi mengenai alternatif yang dapat digunakan ketika sedang menstruasi, selain pembalut kain, pembalut sekali pakai, dan tampon, yaitu cawan menstruasi (menstrual cup). Udah pernah dengar belum ? Pasti banyak yang belum familiar kan. Di Indonesia, penggunaan cawan menstruasi memang belum dikenal luas, selain produknya sendiri yang juga masih belum dijual secara bebas di toko maupun apotek-apotek. Cawan menstruasi yang saya gunakan adalah Diva Cup, yang diproduksi di Kanada dan dapat dibeli di toko online.

Bagi yang masih penasaran dengan cawan menstruasi, berikut adalah penampakannya.

Perbandingan cawan menstruasi dan pembalut sekali pakai (Foto : dokumen pribadi)

Jadi cawan menstruasi ini berbentuk seperti corong dan terbuat dari medical-grade silicon yang aman bagi tubuh. Tidak mengandung zat berbahaya dan karsinogenik seperti dioksin yang sangat umum ditemukan pada pembalut sekali pakai juga tampon. Satu cawan menstruasi dapat digunakan berulang kali hingga setidaknya lima tahun bahkan lebih. Bagi kamu yang punya kepedulian dengan isu lingkungan, cawan menstruasi adalah pilihan yang rasional, karena tidak ada sampah yang dihasilkan ketika kita beralih menggunakan cawan ini. Selain ramah lingkungan, tentunya juga lebih ramah di dompet karena akhirnya kita bisa menghapus tagihan pembalut bulanan kita. Berapa sih harga cawan menstruasi ? Sangat bervariasi tergantung dari merknya. Namun untuk referensi, satu cawan menstruasi dapat didapatkan dengan kisaran harga 450 ribu hingga 600 ribu rupiah. Cawan menstruasi sendiri biasanya terdiri dari dua ukuran. Ukuran pertama untuk perempuan yang belum pernah melahirkan secara normal. Ukuran kedua digunakan bagi yang sudah pernah melahirkan secara normal.

Apakah sulit menggunakan cawan menstruasi ? Memangnya ngga sakit ? Ngeganjel nggak ? adalah beberapa pertanyaan yang seringkali muncul ketika pertama kali berkenalan dengan cawan menstruasi. Saya sendiri sebelumnya adalah pengguna pembalut sekali pakai, dan tidak pernah menggunakan tampon. Peralihan dari pembalut ke cawan menstruasi bukan hal yang benar-benar mudah meskipun tidak bisa dibilang susah juga. Yang kita butuhkan adalah latihan, pembiasaan, dan ingat untuk rileks, santai. Apalagi ini cuma mau pakai cawan menstruasi, bukan lagi mau akreditasi.

Cawan menstruasi digunakan dengan cara dilipat (model lipatannya bisa kamu lihat di sini), lalu didorong hingga masuk ke kanal vagina hingga lipatan itu tadi terbuka secara sempurna di dalam, yang biasanya disertai dengan bunyi ‘pop’. Untuk mengeluarkan cawan menstruasi, kita dapat meraih dasar cawan, lalu menariknya secara perlahan sambil menggerakkan otot-otot pelvis seperti kalau kita sedang mengejan untuk buang air besar. Kelihatannya mudah kan. Hehe. Saya sendiri membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu untuk berlatih dan mulai terbiasa dengan penggunaan cawan menstruasi. Cawan ini dapat digunakan meskipun kita tidak sedang menstruasi. Jadi bagi teman-teman yang merasa kesulitan, bisa tetap berlatih menggunakan cawan ini, hingga ketika sampai harinya kita menstruasi,sudah bisa lancar dan ngga grogi lagi pakainya.

Ketika hari-hari awal menstruasi dan flow-nya cukup deras, disarankan untuk mengosongkan cawan menstruasi setiap 2 hingga 3 jam sekali. Berbeda dengan pembalut maupun tampon yang memiliki prinsip menyerap cairan, cawan menstruasi berfungsi dengan cara menampung cairan. Menariknya lagi, dengan menggunakan cawan menstruasi kita dapat mengetahui sebenarnya berapa banyak sih cairan menstruasi yang kita keluarkan dalam satu periode menstruasi.

Jika digunakan dengan posisi yang tepat, penggunaan cawan menstruasi tidak akan terasa sakit. Tidak ada rasa mengganjal, bahkan tidak terasa apa-apa. Rasanya seperti tidak sedang menstruasi. Cawan ini menurut saya adalah period hack yang membebaskan saya dari rasa lembab, iritasi, hingga ruam-ruam karena menggunakan pembalut sekali pakai. Selain itu, ketika sedang berada di tempat yang susah air dan tidak ada tempat sampah, penggunaan cawan menstruasi ini terasa jauh lebih memudahkan.

For me, menstrual cup is a game changer. Saya sebenarnya sangat menyesal kenapa tidak sejak lama mengetahui cawan menstruasi dan beralih ke cawan ini. Dengan menggunakan cawan menstruasi, saya merasa lebih dekat dan lebih bisa mengenali organ reproduksi saya sendiri. Menstruasi juga terasa jauh lebih bersih dan menyenangkan. Saya juga tidak terbebani untuk harus membawa pembalut cadangan di dalam tas, karena yang harus dilakukan hanyalah mengosongkan cawan menstruasi, membersihkan, lalu menggunakannya kembali. Tidak perlu juga khawatir untuk bocor jika posisi cawan menstruasi sudah pas.

Di Indonesia, penggunaan cawan menstruasi memang belum populer. Memasukkan benda asing ke kanal vagina bisa jadi merupakan konsep yang tidak mudah diterima. Belum lagi persepsi yang dipahami masyarakat seputar keperawanan. Apakah penggunaan cawan menstruasi dapat merusak keperawanan ? Oke, mari kita bahas. Jika konsep keperawanan yang dimaksudkan adalah berkaitan dengan selaput dara atau himen. Ya, penggunaan cawan menstruasi dapat merusak selaput dara. Hal ini juga sangat umum terjadi pada perempuan yang aktif melakukan kegiatan fisik seperti yoga, berenang, hiking, ataupun bersepeda. Namun jika konsep keperawanan yang dimaksudkan adalah berkaitan dengan hubungan seksual, tentu saja penggunaan cawan menstruasi tidak akan merusak keperawanan.

Meskipun demikian, pilihan untuk menggunakan cawan menstruasi, pembalut kain, pembalut sekali pakai, ataupun tampon, adalah sepenuhnya hak perempuan. Karena tubuh perempuan sepenuhnya adalah otoritas perempuan. Yang terpenting di sini, perempuan berhak mendapatkan informasi yang faktual dan juga ‘pilihan’ untuk menangani masa-masa menstruasi dengan baik, menggunakan apa yang menurutnya paling nyaman. Alangkah ngga asyiknya kita kalau persepsi yang sumbang seputar keperawanan dan mitos-mitos terkait menstruasi menjadi penghalang bagi perempuan untuk memperoleh akses terhadap apa yang baik untuk kesehatan reproduksinya.

Bagi kamu yang tertarik untuk berdiskusi seputar cawan menstruasi dan period management, feel free to ask me ya. Terimakasih atas waktu yang diluangkan untuk membaca tulisan ini :)