Mereka Yang Ku Sebut Kita

pada suatu malam nanti, 
Apel dan segelas air putih telah sedia mempertemukan dua manusia
setelah apapun sudah mereka habiskan untuk mengatur angka denyut dan nafas.
di malam yang begitu lembut dengan kita yang meruangkan cerita atau kata yang mengundang cinta.

kemarin, 
nama-nama mereka sampai di persimpangan ingatan, 
merasakan suaraku dan suaramu begitu cair lalu mengudara 
mengisi dinding vas mawar yang begitu dahaga

sekarang terasa sayu.

pada suatu malam yang sempurna,
mereka apakah kita ? terdiam saja berdua : berhadapan.
saling menunggu dan ditunggu, jangan ucapkan selamat malam
sebab perjumpaan dan perpisahan tak pernah membedakan sebuah pelukan dan lambaian tangan.

dan bayang-bayang kita, kupasrahkan sepenuhnya kepada doa.

Like what you read? Give Caesar Hergi a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.