Cara #2 : Kawan

Beberapa hari lalu, selembar sertifikat penghargaan saya dapatkan dari acara gathering kantor. Bukan sebagai seorang karyawan teladan. Penghargaannya pun unik, karena di sertifikatnya terdapat 2 nama sekaligus. Saya memenangkan kategori karyawan tercouple. Bukan dipasangkan dengan perempuan, saya malah berpasangan dengan laki-laki.

Oke, sebelum melanjutkannya, saya cuma ingin klarifikasi, bahwa saya normal.

Mari kita lanjutkan.

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yg lain kecuali orang-orang bertaqwa (Q.S Azzukhruf : 67)

Dalam sebuah kajian di malam minggu, di Mesjid Al Latiif, pernah dibahas tentang pertemanan. Dalam Islam, kamu boleh bersosialisasi dengan siapapun, tapi ada batasan dalam berteman. Bertemanlah karena Allah.

Yang gimana sih berteman karena Allah itu?

Sebelumnya, saya mau cerita, sebagian besar orang mengenal saya adalah orang yg baik. Baik karena mungkin saya hampir gak pernah membuat keributan sama orang lain. Kalau dari penampilan, saya lebih keliatan kayak bapak-bapak (buncit dan lain-lain), jauh dari tampang preman. Padahal kalau aibnya dibuka, banyak dosa banget cuy, malu.

Di awal tahun ini, Allah memang baik banget, saya ditakdirkan harus bareng terus sama seseorang. Orang ini beda banget sama saya. Meskipun gitu, dia gak pernah protes tentang kebiasaan-kebiasaan buruk saya. Oh iya kalau kamu pengen mengenal seseorang, katanya coba ajak dia untuk tinggal bareng/jalan bareng sama dia minimal 10 hari. Nah, saya sama orang ini udah bareng-bareng kurang lebih 5 bulan, dan itupun sebagian besar berbagi kamar. Jadi udah pasti, orang ini tahu betul sifat saya yang asli.

Perlahan, saya mulai belajar kebiasaan baik dari temen saya ini, saya contoh, meskipun sambil susah payah. Dia gak pernah maksa, dia cuma ngelakuin apa yg biasa dilakuin, memberikan contoh.

Seseru itu punya teman karena Allah. Jadi inget sesuatu, teman yg sholeh bisa memberikan syafaat buat kita kelak di akhirat. Karena saya gak yakin bisa masuk surga, memperbanyak teman sholeh adalah salah satu usaha yg saya lakukan.

Jadi, punya teman baik atau teman akrab tuh gak cukup, harus karena Allah juga. Nah itu baru pas.

Oh iya, temen saya yg saya maksud di cerita ini, biasa saya panggil Mas Adi. Kebetulan masih single, dan lagi nyari calon istri. Barang kali ada yang minat

Like what you read? Give Cahyoga Agung Yuliawan a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.