Image: Listen — © Elisabeth Smith

Dengar

Jikalah telinga punya surganya,
adalah kalam illahi yang tak bersanding merdu.
Membasuh lembut akal,
menyalakan terang hati.

Jikalah telinga punya surganya,
selanjutnya tentu tutur Dinda yang berngiang gema,
melantun ucap teduh,
luruh penat olehnya.

Andai Dinda berujar ilmu,
harap Kanda mampu menuai hikmah,
hingga terdengar pula oleh semesta.

Kala Dinda batin meragu,
dengarlah lantang, sorot mata Kanda menjelma lipur.
Murni. Abai dari nista celoteh nafsu.

Umpama Dinda berbisik mesra,
doakan kanda memetik sukur,
sampai baik takaran, sempurna petunjuk,
dan berkumandang kemenangan.

Dengarlah,
Senandung serinai tersirat,
Kidung rindu luas terkemas.
Pengharapan dalam kemuliaan kalam,
berkah nirmala.

Dengannya kita bertasbih dan memuji
Pemilik hamparan ruang dan waktu,
kibar cahaya dan nada.