Artikel tentang E-commerce

E-commerce merupakan singkatan dari Electronic Commerce. Ada banyak arti dari e-commerce itu sendiri, diantaranya adalah menurut para ahli juga, tapi yang paling penting disini adalah tentang persamaan e-commerce yang ada, diantaranya adalah :

1. E-commerce melibatkan lebih dari satu perusahaan dan dapat diaplikasikan hampir di setiap jenis hubungan bisnis.

2. E-commerce mengizinkan untuk menjual produk-produk dan jasa secara online.

Electronic Comerce (E- Commerce) secara umum merupakan kegiatan bisnis (perniagaan/ perdagangan) atau jasa yang berhubungan erat dengan konsumen, manufaktur, internet service provider, dan pedagang perantara dengan menggunakan media elektronik. Dalam hal ini media elektronik utama dengan

menggunakan internet.

Pengertian E-commerce menurut para ahli

· Menurut Mariza Arfina dan Robert Marpaung,

E-Commerce atau yang lebih dikenal dengan E-com dapat diartikan sebagai suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan “get and deliver”

· Roger Clarke dalam “Electronic Commerce Definitions”

menyatakan bahwa E-commerce adalah tata cara perdagangan barang dan jasa yang menggunakan media telekomunikasi dan telekomunikasi sebagai alat bantunya.

Manfaat E-commerce

Banyak manfaat dari penjualan secara online melalui media internet yaitu dengan adanya e-commerce suatu organisasi atau perusahaan dapat menjalankan bisnisnya untuk menjangkau seluruh Indonesia bahkan sampai ke luar negeri, beberapa manfaat e-commerce antara lain sebagai berikut :

A. Kemampuan grafis internet mampu memperlihatkan produk apa adanya (natural) serta dapat membuat brosur berwarna dan menyebarkan tanpa ongkos kirim

B. Lebih aman membuka took online disbanding membuka took biasa

C. Berjalan di dunia maya internet tidak mengenal hari libur dan hari besar, semua transaksi bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja

D. Tanpa batas-batas wilayah dan waktu sehingga memberikan jangkauan pemasaran yang luas dan tak terbatas oleh waktu

E. Revenue stream (arus pendapatan) yang baru yang mungkin sulit atau dan tidak dapat diperoleh melalui cara konvensial

F. Menigkatkan market exposure (pangsa pasar) dimana penggunaan e-commerce memungkinkan untuk meningkatkan pangsa pasar yang semula mempunyai pangsa pasar di dalam negeri saja, dengan adanya ecommerce maka pangsa pasar menjangkau luar negeri

Model Usaha E- Commerce

  • Brokerage: memfasilitasi transaksi B2B, B2C atau C2C. Pendapatan dari fee transaksi
  • Advertising: menyediakan content dan jasa (eMail,chat,forums) dengan iklan banner ads.
  • Infomediary: mengumpulkan dan menjual data perilaku konsumen untuk target marketing, atau memberikan informasi tentang situs web ke konsumen.
  • Merchant: e-tailer:grosir dan ritel barang, jasa, penjualan berdasar daftar harga dan lelang.
  • Manufacturer: memungkinkan produsen/manufacturer mencapai konsumen secara langsung.
  • Affiliate: menawarkan pembelian produk/jasa dari situs tertentu ke pengguna yang ada di situs lain.
  • Community: berdasarkan pada loyalitas pengguna, bukan volume trafik
  • Subscription: pengguna membayar biaya berlangganan untuk akses. Content harus memiliki nilai tambah yang tinggi.
  • Utility: pengguna membayar berdasarkan bit informasi yang diakses.
  • Sistem tender (reverse auction) elektronik: suatu model dimana seorang pembeli meminta kandidat penjual untuk mengajukan penawaran harga; pemenangnya yang mengajukan harga terendah
  • Lelang dengan harga beli “name your own price”: suatu model dimana pembeli menentukan harga yang ia mampu bayar dan mengundang para penjual yang dapat menjual dengan harga tersebut
  • Viral marketing: pemasaran dari “mulut ke mulut” dimana konsumen menganjurkan suatu produk atau jasa perusahaan kepada teman-temannya atau orang lain
  • Group purchasing: pembelian dalam skala besar yang memungkinkan sekelompok pembeli mendapatkan potongan harga

Jenis- Jenis E- Commerce

Business To Business (B2B) Merupakan sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis atau transaksi secara elektronik antar perusahaan yang dilakukan secara rutin dan dalam kapasitas produk yang besar. B2B mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1. Pertukaran informasi yang dilakukan antar pembisnis tersebut atas dasar kebutuhan dan kepercayaan.

2. Pertukaran Informasi yang dilakukan dengan format yang sudah disepakati dan

Service sistem yang digunakan antar kedua pembisnis juga menggunakan standard yang sama.

3. Salah satu pelaku bisnis tidak harus menunggu rekan bisnisnya untuk mengirimkan datanya.

4. Sarana yang digunakan EDI (Electronic Data Interchange ) sebagai pertukaran data antara komputer antar berbagai organisasi.

5. Model yang umum digunakan adalah peer-to-peer, dengan model ini antar pelaku bisnis lebih mudah untuk mendistribusikan informasi yang dimilikinya.

Business To Consumer (B2C) Merupakan sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis dengan konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu. B2C mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1. Informasi disebarkan secar umum.

2. Pelayanan yang diberikan bersifat umum sehingga banyak digunakan oleh banyak orang.

3. Pelayanan yang diberikan berdasarkan permintaan. Konsumen melakukan permintaan, maka pelaku usaha harus cepat dan siap merespon permintaan konsumen tersebut.

4. Pendekatan yang dilakukan adalah Client Server, dimana Konsumen berada pada sisi Client, dengan menggunakan Web Broses untuk mengaksesnya, dan Pelaku Usaha berada pada sisi Server.

Consumers To Consumers (C2C) Merupakan sistem komunikasi dan transaksi

bisnis antar konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu.

C2C mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1. Pada lingkup konsumen ke konsumen bersifat khusus karena transaksi yang dilakukan hanya antar konsumen saja, seperti Lelang Barang.

2. Internet dijadikan sebagai sarana tukar menukar informasi tentang produk, harga, kualitas dan pelayanannya.

3. Konsumen juga membentuk komunitas pengguna atau penggemar suatu produk. Sehingga jika ada ketidak puasan suatu produk, maka akan segera tersebar luas melalui komunitas tersebut.

Beberapa Faktor Pendorong E-Commerce Makin Mudah Digunakan :

1. Adanya konvergensi teknologi.

2. Kecepatan transmisi internet.

3. Komoditas Online.

Penyiapan Ekonomi Berbasis Internet

Nilai Dasar untuk Mendefinisikan Bisnis di Dunia Maya :

1. Sediakan Informasi tentang Perusahaan, produk dan Jasa Anda.

2. Menjadi Pusat Informasi bagi Calon Pelanggan.

3. Menyediakan Layanan Transaksi Langsung.

4. Layanan dan Dukungan Terus Menerus.

Peran akuntan manajemen

Peran akuntan di dalam digital ekonomi, Jika semua aktivitas sudah berjalan secara elektronik :

· e-check requisition

· e-authorization system

· e-fund transfer

· e-data entry thru Customer Integrated System (CIS) which capture data at its “point of origin”

· e- transaction processing system

· e- financial reporting

Peran akuntan dalam E-World :

· Reengineering the accounting operation

· Value adding accounting services

· Information — IT literate

· Effectively use IT tools

· Work with people all over the world

· Chances of becoming telecommuter

E- Commerce Berbasis Internet di Indonesia

Bank & Lembaga Keuangan Finansial Terpercaya

· Sudah ada beberapa yang sudah melangkah ke arah Internet Banking,

Seperti : BCA, Mandiri, BRI, BNI, dan lain- lain.

· Efektivitas transaksi online dengan luar negeri masih rendah karena belum terciptanya infrastruktur keuangan yang memadai bagi kegiatan E-Commerce

Agen- Agen Pemerintahan

Lembaga pemerintahan yang memungkinkan untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan e- commerce :

· Departemen Perindustrian dan Perdagangan

· Ditjen Pos dan Telekomunikasi

· Pabean

· Biro Pusat Statistik

· Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional)

Badan Standarisasi

Mengenal Lebih Dekat Tentang

Framework Codeigniter

Selain framework Laravel dan Yii, ada juga Framework yang bernama Codeigniter. Codeigniter adalah aplikasi open source dengan model MVC (model view controll) untuk memudahkan pembuatan sebuah web dinamis menggunakan PHP. Codeigniter dirilis pertamakali pada 28 februari 2006.

Framework sendiri dapat diartikan sebagai kumpulan dari fungsi-fungsi/prosedur-prosedur dan class-class untuk tujuan tertentu yang sudah siap digunakan sehingga bisa lebih mempermudah dan mempercepat pekerjaan seorang programer, tanpa harus membuat fungsi atau class dari awal.
 Codeigniter mempunyai beberapa kelebihan yaitu:

  1. Mempercepat dan mempermudah pemabangunan sebuah aplikasi web.
  2. Memudahkan dalam proses maintenance (dengan syarat programmer harus mengikuti pola standar yang ada).
  3. Framework menyediakan fasilitas — fasilitas yang umum dipakai sehingga kita tidak perlu membangun dari awal.
  4. Lebih bebas dalam pengembangan jika dibandingkan CSM, dan masih banyak lagi kelebihan dari CI (codeigniter).

Selain kelebihan CI juga memiliki beberapa kekurangan diantaranya

  1. Update Core engine tidak secepat framework yang lain
  2. Masih banyak kelonggaran dalam hal koding
  3. Tidak mencerminkan MVC yang sesungguhnya.

Mengatasi error “404 Not found network” pada Framework Codeigniter ketika di hosting

Awalnya ketika saya mau mencoba versi Framework Codeigniter versi terbaru , ketika Saya menulis ini pada versi 3.0.3 . Website sudah jadi dan saya ingin Hosting-kan di salah satu server hosting Indonesia.

Ketika upload sudah selesai , website Saya tidak bisa dibuka dan muncul error “404 Not Found” . Kenapa dengan web saya padahal di Local komputer saya semuanya normal , sedangkan Setting configuration Nama domain dan Database juga sudah benar. Apakah ada yang salah ?

· Kenapa Not Found ?
 Simple saja karena masalahnya terletak di penamaan class controller. Kita tahu bahwa pada Codeigniter sebelumnya ketika kita membuat class sebuah controller , nama awal file (ex: iniclass.php) berhuruf kecil , dan nama class-nya harus berawalan huruf besar ( ex: class Iniclass extends CI_Controller {… ).
 
 Karena kita sudah terbiasa dari versi yang sebelumnya bahwa menamai file class controller nya memakai huruf kecil di awal dan nama classnya memakai huruf besar diawal.

Bedanya versi Code igniter yg terbaru ini, pattern penamaan file class controller-nya harus besar diawal dan nama class nya jg besar (jadi SAMA , kalau di C.I sebelumnya kan berbeda) .

Dan pemanggilan class (mungkin di route.php) dengan huruf kecil semua

(ex: $route[‘default_controller’] = ‘iniclass’; ).

· Jadi kenapa ?

Karena C.I ini tidak bisa memanggil class tersebut karena nama huruf file class controller awal nya kecil atau bisa di bilang class yang dipanggil tidak ada .

Jadi C.I tidak menemukan class yang dipanggil dan akhirnya tidak terindex oleh C.I nya.

· Bagaimana solusinya ?
 Sesuai diatas, rubahlag semua nama file class controller-nya menjadi besar diawal.
 Masalah simple (karena tidak membaca log release) dan penyelesainnya juga sangat mudah, tapi menemukan nya yang susah.

Routing untuk setiap function

Routing sangat bermanfaat bagi anda yang sering kali mengirimkan parameter melalui url. Parameter tersebut dapat berupa id ataupun kata yang akan dipakai dalam sebuah pengkondisian website.

Selain itu route dapat memberikan tampilan link yang rapi dan sesuai dengan keinginan meskipun contoller dan function yang diakses tidak memiliki nama yang sesuai.

Dengan memanfaatkan routing maka anda mendapat beberapa hal berikut:

  • URL lebih pendek dan dapat diatur sesuai keinginan.
  • Lebih mudah menganalisa parameter yang dikirimkan melalui URL.
  • Merupakan URL alias dari nama controller dan function yang
  • dirujuk, sehingga tidak secara langsung memunculkan nama controller dan function yang dirujuk.
  • URL menjadi lebih rapi.

Lalu bagaimana penerapan routing pada Codeigniter ?

Penerapannya sangat mudah, buka file routes.php pada application/config/ maka akan tampil kurang lebih seperti berikut :

Pada bait kode di atas terdapat tiga routing, untuk membuat route baru maka ketik dibawah kode di atas dengan fomat :

Penjelasan:

  • nama-route bisa anda sesuaikan sesuai keinginan anda disesuaikan dengan tujuan dari url tersebut. Seperti contoh untuk menampilkan halaman profil bisa dibuat $route[‘profil’].
  • NamaController disesuaikan dengan nama controller yang dituju, seperti contoh ProfilControl.
  • namafunction disesuaikan dengan nama function yang ada di NamaController, seperti contoh pada ProfilControl ada function yang diberi nama view_profil untuk menampilkan halaman profil.

Maka dari contoh diberikan akan menghasilkan route seperti berikut :

dimana route ini akan menampilkan halaman profil.