Seperti Bunga Matahari

Cantika indah
Sep 6, 2018 · 1 min read

A: "Hai, masih bisa berdiri dan akan terus bertahan untukku?"
A: "Tolong jawab 'Ya' Ku mohon."
B: "Ya, meragukan ku lagi?"
A: "Tidak. Kamu berani. Itu yang aku suka darimu."
B: "..."
A: "Karena, hmm... kamu lihat tidak bunga-bunga yang mengumpat itu. Kelihatannya indah-"
B: "Bahkan bisa saja lebih indah dariku"
A: "Benar juga"
B: "Lalu mengapa kau---"
A: "-ah, Entahlah"
B: "Bunga itu mengumpat mungkin karena tidak ingin mengecewakanmu"
A: "Dia sama sepertimu, indah. Mana mungkin bisa mengecewakanku"
B: "Lihat, bunga yang mungkin bisa dikatakan layu saja bisa membuat hatimu kecewa, hanya dengan melihatnya saja. Benar bukan?"
A: "Iya, terlihat sangat menyedihkan"
B: "Apa lagi yang indah"
A: "tidak ada niatan untuk mengecewakanku bukan?"
B: "Tentu saja tidak"
A: "..."
A: "ya kamu benar. Tapi dari situ akan muncul tamaman baru. Dan akan jauh lebih indah"
B: "Tapi tidak akan mengalahkan bunga yang pertama kamu lihat"
A: "seperti?"
B: "saya?"


01 juli 2018

    Cantika indah

    Written by

    lebah biu🐝

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade