Signifikansi

1#Kebangunan
Keluar dari ruang itu aku akhirnya merasa lebih baik. Pertemuan singkat dari yayasan pulih cukup melegakan keruwetan pikiran yang sudah lama membani diri sendiri dan orang lain beberapa waktu silam. Merepotkan dan menyusahkan pastinya, untuk mendampingi orang yang sedang sakit, mental. Untuk menyadari bahwa selama ini aku menggunakan sudut pandang orang kedua kepada diri sendiri. Tidak heran jika muncul momen-momen traumatik dari hal yang sederhana bisa semengcungkan itu.
Sekarang aku belajar untuk menikmati emosi yang muncul, apapun itu dari sudut pandang pertama dan sendiri itu cukup. Permulaan ini banyak merubah cara pandangku, sampai sekarang mulai merasa asing dengan diri sendiri. Semoga untuk yang lebih baik.
2# Keseharian adalah Teman
Keseharian yang itu-itu saja sekarang terasa menyesakkan. Ketiadaan konflik batin meminta diri untuk memulai satu saja perkara. Adiksi kekacauan untuk membuat diri merasa lebih hidup.
Tapi apakah suatu yang ada harus dihilangkan dulu untuk membuat itu berharga ? Seorang musisi menggambarkan dengan baik kondisiku ini :
3# Singkap
Lahir kembali dari diri sendiri, dengan nilai-nilai kebaikan yang selama ini sebenarnya tidak pernah pergi. Untuk bisa menerima nilai kehidupan dan kematian. Kesadaran akan kematian yang tak tergantikan bagi diri sendiri nyatanya juga mampu membawa kesadaran yang menghidupkan. Paradoks memang.
4# Ulangi
